Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Namun Mbok Yumna mencekal lengganya sangat kuat. "Ada apa, Mbok?" "Mariana baru saja matinya. Dia baru saja matinya, Nak." "Maksud Mbok Yum?" "Penampakan yang sering duduk di kursi goyang itu bukan Mariyati. Melainkan Mariana. Dia terlihat sangat kurus, seperti disiksa." Raisa mengurungkan niatnya untuk keluar kamar. Dia duduk kembali berhadapan dengan Mbok Yumna.
1078.8K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as nazia marwiana terdiam sepi
Show Reviews (37)
Read
+Library
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Read All Reviews
Perempuan Yang Terbuang

Perempuan Yang Terbuang

"Kamu mau bertanggung jawab kalau Christine dan kedua anaknya tewas dalam penyerbuan ini?' kata Alice dengan aura pembunuhnya. "Ma-maaf Nona Alice!" kata anak buahnya ini ketakutan sambil bergerak mundur. "Tidak ada yang maju sampai kuberikan perintah! Apa kalian sudah jelas?' tegas Alice. Semua pasukan terdiam dan menganggukan kepalanya. "Aku tidak melihat ada tanda-tanda orang lain yang bersenjata selain William Shatner. Aku rasa pria itu hanya menggertak kita! Sudah saatnya kita menyerbu masuk ke dalam apartemen!' seru Alice.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as nazia marwiana terdiam sepi
Read
+Library
MARI KITA BERPISAH

MARI KITA BERPISAH

Berbekal petunjuk arah yang terdapat di lobby rumah sakit, aku menjadi tahu bahwa ruangan itu terletak di lantai dua. Aku melirik jam dan tahu bahwa sudah hampir magrib sekarang. Wajah Shabira melintas begitu saja di pelupuk mataku. Sedang apa perempuan itu sekarang? Sedang menangiskah ia? Segera kualihkan perhatian pada lantai rumah sakit yang putih. Sebelum akhirnya pandanganku tertumbuk pada seorang perempuan yang duduk di atas kursi roda. Dia Kimi. Lelaki berjas putih tampak sedang berjongkok di depannya. Tangan lelaki itu sedang memegangi pergelangan kaki Kimiko. Kimiko meringis tapi setelahnya ia tersenyum. Mereka tampak dekat.
9.619.9K viewsOngoingAdded to Library 617 Times as nazia marwiana terdiam sepi
Read
+Library
PEREMPUAN YANG DISEBUT SUAMIKU

PEREMPUAN YANG DISEBUT SUAMIKU

Part 53 Marwah merasa berat untuk bangun dari duduknya. Saat malu, seseorang merasa enggan untuk bergerak. Niat baiknya untuk berbicara dengan Isna, hanya mendapatkan penolakan yang seolah-olah Isna tidak mengenal dan tidak ada urusan dengannya. “Sudah didaftar, Mbak?” Luthfi yang datang sambil membawa peralatan yang digunakan untuk menginfus Marini bertanya pada Marwah.
1027.0K viewsCompletedAdded to Library 971 Times as nazia marwiana terdiam sepi
Read
+Library
Mari Selingkuh

Mari Selingkuh

“Oh, Meriel perkenalkan ini adalah sekretarisku, Ranesha Seibert. Dan Ranesha, perkenalkan, ini adalah istriku Meriel Delmara, ini pertama kalinya bagi kalian berkenalan resmi, kan?” Kepercayaan diri Ranesha mendadak hilang terbawa angin topan dan tenggelam di samudera atlantik. Melihat Meriel secara langsung dan sedekat ini membuatnya sadar, ia sungguh bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan wanita penuh pesona itu. Bahkan aura yang Meriel miliki terlihat seperti ada bunga warna-warni yang bermekaran di sekitar tubuhnya.
9.925.0K viewsCompletedAdded to Library 651 Times as nazia marwiana terdiam sepi
Read
+Library
Terjerat Belenggu Perselingkuhan

Terjerat Belenggu Perselingkuhan

Pelabuhan terakhir? Pandangan mata Mariana bertemu dengan kedua netra hitam yang saat ini berdiri sambil menatapnya tajam. Pria itu tersenyum pada Zian setelah memberikan ucapan selamat atas pernikahan Zian dan Mariana. Kemudian menjabat tangan Mariana. Kedua matanya tak berkedip menatap perempuan cantik itu. "Selamat ya, Mar, semoga kamu bahagia."
103.8K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as nazia marwiana terdiam sepi
Read
+Library
Obsesi Cinta Sang Mafia

Obsesi Cinta Sang Mafia

Dia mengepalkan tangan menahan amarah. “Dia hanya milikku.” Sean berdiri dan mencengkram kerah gamis Nazif. “Sekarang katakan di mana Maria?” tanya Sean dengan nada tinggi. Pria itu terus marah setiap hari sejak tahu kekasihnya dibawa pergi dan diberikan kepada orang lain. “Siapa nama dia sekarang?” Kesabaran Sean seakan mulai habis. Dia harus pergi ke negara lain untuk menemukan cinta pertamanya.
1014.1K viewsOngoingAdded to Library 409 Times as nazia marwiana terdiam sepi
Read
+Library
Dandelion

Dandelion

kata Zian Zain dan Ziad tertawa kecil melihat sahabatnya itu terpaksa mengikuti kata-kata Naya, karena setahu mereka berdua tidak ada yang bisa memaksanya, kecuali kak Nia dan ibunya. Marina jadi penasaran apa yang membuat Zian begitu menurut pada Naya, rahasia apakah yang disembunyikan Zian sehingga hanya Naya saja yang tahu, kenapa Zain dan Ziad tidak mengetahuinya. Pertanyaan bertubi-tubi melayang dikepala Marina sehingga ia tidak fokus untuk belajar bahkan tidak mendengar perkataan Zain saat memecahkan soal matematika.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as nazia marwiana terdiam sepi
Read
+Library
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

mohon Diki saat merasakan tangan Mariana mulai menekan lehernya. Mawar menatap dingin. Sudut bibirnya terangkat membingkai senyum jahat. Namun matanya mengalirkan cairan kental merah. Dia tersenyum sambil menangis bersamaan. "Ma-mawar ... ampun Mawar, dibandingkan lainnya cuma aku lho yang paling sebentar meniduri dirimu, ampun. Aku bisa mati kalau begini," lirihnya mengiba.
106.5K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as nazia marwiana terdiam sepi
Read
+Library
Pembantu Rahasia Sang Rektor

Pembantu Rahasia Sang Rektor

“Kenapa Bunda tega sekali gak kabarin aku!” “Nia, ada apa?” Mendadak Bara mendekat dan mengerutkan keningnya, merasa tidak paham kenapa Nia sampai menangis. “Ini siapa kamu, Nia!” Nia mengikuti pandang Bu Mariam, menunjuk Bara di sampingnya. Bara mengulurkan tangannya seraya mengucapkan. “Saya Bara, cal-”
1022.0K viewsCompletedAdded to Library 527 Times as nazia marwiana terdiam sepi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status