Menantu Pahlawan Negara
Luna buru-buru meminta maaf dan berkata, "Maaf, aku sudah bersikap nggak sopan. Pak Fairus, Bapak adalah orang yang berpendidikan tinggi sekaligus tokoh hebat dalam universitas, aku nggak berani meragukan Bapak."
"Baguslah kalau begitu."
Ekspresi Fairus baru sedikit membaik.
Dia membenarkan posisi kacamatanya, lalu berkata, "Ini adalah hasil penilaian dewan juri, jadi sudah dipastikan hasil penilaian ini adil. Kalau nggak ada masalah lagi, silakan pergi."
"Terima kasih, Pak Fairus."
Luna berbalik dengan kecewa.
"Tunggu."
Hot Chapters