Roman (sa) Arunika
“Terima kasih, ya, Nak? Vanya baik sekali kasih Ibu uang dari lomba karya ilmiah. Nggak kayak si anu, selama sekolah cuma ngabisin uang Bapak aja.”
“Tadi Nala juga udah belikan bunga kesukaan Ibu. Itu pakai uang jajan Nala seharian,” ucap si gadis berdaster lusuh.
“Oh, bunga, ya? Sejak kapan Ibumu ini makan bunga? Beli barang nggak berguna. Kalau kelaparan nggak jajan, ya, salah sendiri.”
“Ayo Vanya makan lagi, Nak!” Bunga itu dipinggirkan hingga jatuh ke lantai.
Hot Chapters