Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Handa

Handa

jawab Handa sekenanya. "Badanku sedikit ngreges pengen makan yang seger-seger, Han." "Soto panas, dikasih jeruk nipis, sambalnya banyakin." Handa mengungkapkan soto segar versi dia. "Pakdhe sudah tua, nggak bisa makan seperti itu, ngregesnya ilang ganti perut yang bermasalah." "Pecel aja, Dhe!" ucap Handa saat tak sengaja melihat seorang perempuan muda mendorong gerobak, dia adalah penjual pecel yang sering lewat di depan warung Gunawan.
1034.3K viewsCompletedAdded to Library 753 Times as ong hok ham
Read
+Library
Vonis Cinta Sang Hakim

Vonis Cinta Sang Hakim

gumam viona terharu. Theo tiba-tiba memberikan sebuah kotak untuk Viona. “Mami, ini hadiah untuk Mami.” ucap Theo sambil menyerahkan kotak kecil berwarna Cokelat muda. Viona menatapnya terkejut, lalu tersenyum lembut. Ia membuka perlahan tutup kotaknya, terlihat aneka coklat berisi kacang, karamel, dan praline mungil yang disusun rapi.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as ong hok ham
Read
+Library
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

--- **Sektor Hitam – Tengah Malam** Hamin berdiri di puncak gedung runtuh, menatap ke arah Menara Kehampaan yang tampak samar di dimensi lain. Ia memegang sebuah liontin tua berisi foto pernikahan mereka yang sudah buram. "Tunggu aku, Haneul," bisik Hamin di balik topeng logamnya. Suaranya kini terdengar berat dan terdistorsi oleh mesin. "Meski kau melupakan namaku, meski kau mencoba membunuhku... aku akan membawamu pulang. Walau itu adalah hal terakhir yang kulakukan sebagai manusia."
625 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as ong hok ham
Read
+Library
Hamil Muda

Hamil Muda

Lanjut Alia ikut menggandeg salah satu sisi tangan Alham. “Teurs sama susu cokelat hangat.” “Krupuk di sana sangat legendaris Ham.” “Bayangkan ham, pasti enak banget tu.” Alham terlihat menimbang-nimbang ajakan mereka berdua. Jika di pikir-pikir enak juga ya, apalagi dia belum sarapan sama sekali, terus sudah di bikin emosi yang enguras tenaga. “Okey .. tapi lu pada yang bayar.” Putusnya dan berjalan terlebih dahulu.
1016.5K viewsOngoingAdded to Library 347 Times as ong hok ham
Read
+Library
Tiongkun Tan Choa Hok

Tiongkun Tan Choa Hok

“Nggak oo. Baru kuda berhenti, lu orang udah keluar. Kita aja belum turun lapor ke penjaga pintu.” Choa Hok manggut. Beruntung. Ah Cim Nio buka kotak kayu yang diletakkan di sampingnya. Dari dalam, dia ambil bakpao. Masih hangat. Uapnya naik tipis. “Ini, Siau Heng. Bakpao isi babi kecap. Sarapan dulu. Biar kuat kerja.” Choa Hok gak perlu dua kali tawar. Dia ambil. Makan. Satu biji. Dua biji. Enak.
202 viewsOngoingAdded to Library 4 Times as ong hok ham
Read
+Library
Harapanku

Harapanku

Supir pun merasa kebingungan, mengapa tiba-tiba bis yang dia kemudikan menjadi blong rem nya, padahal sebelumnya baik-baik saja. " Ya allah... mas aku takut. " Ungkap Ibu sambil menangis dan memeluk suaminya. " Istigfar, mengucap Allah akbar, dan bersahadat terus Bu. Berdoa semoga kita di beri umur panjang, jika Allah masih berkehendak. " Ayah mengingatkan dan menenangkan istrinya. Kring... Kring...
2.3K viewsOn holdAdded to Library 53 Times as ong hok ham
Read
+Library
BERONDONG

BERONDONG

🙎 Yang 🤵🏻 Apa? 🙎 Sakit perut 😞 🤵🏻 Haid? 🙎 Heem 🤵🏻 Terus aku harus gmna? 🙎 Beliin pembalut dong yang, ya ya 😙 🤵🏻 Oke
108.1K viewsOngoingAdded to Library 177 Times as ong hok ham
Read
+Library
Dijodohin

Dijodohin

Gue nyengir kuda. "Katanya kepala sayang sakit, masa boba?" "Nah, itu, obatnya boba. Lagian bukan sakit, cuma puyeng, Mas." "Oh." Mulut Mas Alvin membentuk huruf o. "Sama apa lagi, martabak mau gak? Buat temen belajar hafalan lagi setelah puyengnya sayang hilang?" "Kalau martabak-nya, Salsa mau, Mas, rasa coklat dan keju, tapi untuk lanjut hafalan lagi, gak ah, besok aja." Gue nyalain Tv.
109.0K viewsOngoingAdded to Library 325 Times as ong hok ham
Read
+Library
Godaan Berondong Nakal

Godaan Berondong Nakal

Sepersekian detik kemudian, Bram kembali mendekatkan tubuhnya ke arah Anes. "Heh! Mau apa kamu, Bram?" Bram tidak menjawab pertanyaan Anes, pemuda jangkung dengan rahang kokoh itu, gegas memasukkan lubang kepala hoddienya yang besar ke kepala Anes. Anehnya, Anes langsung mengulurkan kepalanya dan mengangkat kedua tangannya hingga Bram dengan mudah memasukkan kedua lubang lengan hodienya ke tangan Anes.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as ong hok ham
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status