PERSETAN!
Tetapi tetap saja, pak Pardi tidak ditemukan di seantero kantor itu.
Aku lalu keluar ke halaman parkir, mencari-cari siapa yang bisa mengantarku, tidak perduli siapa dia. Bapak penjaga parkir menatapku heran.
“Pak, bisa antar saya?” aku bertanya kepada penjaga parkir itu.
“Antar ke mana, non?”
Aku menyebutkan alamat rumahku, tetapi bapak itu malah bingung. “Saya tidak punya motor, non,” katanya.
Hot Chapters