Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

“Kadang mereka juga aneh. Suka nuntut aku A sampai Z dan Z sampai A. Yang intinya menghambat pergerakanku. Katanya, nggak boleh begini dan begitu. Katanya wajib ngasih kabar sehari telepon tiga kali. Minum obat kali sehari tiga kali.” Menggelegar sudah tawa Pulung. Yang tidak di sadari perempuan janda itu amatlah cantik wajahnya kala tawa bersemayan. Aura keibuan yang menguar. Sensasi bahagia yang menyeri-nyerikan pipi Maha sehingga kemerahan nampak di sana. “Patah hati pertamamu?” ‘Kamu.’ Embusan napas Maha menerpa Bara. Membuat bocah dua tahun dalam gendongannya menggeliat dan Maha menepuki bokongnya pelan.
1.518.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Kenapa nggak bilang Abang kalo pulang? 15.05 From: Bang Radit ❤️ Abang khawatir banget sama kamu Ika, baik-baik aja kan? 15.07 From: Bang Radit ❤️ Kalo udah nggak sibuk, segera hubungi Abang ya .... 15.10 Itu empat pesannya yang ia kirimkan setiap dua menit sekali karena aku tak kunjung juga menjawab. Aku baru saja pulang menjemput Bunda, dan kebetulan aku melupakan ponselku sehingga tidak membawanya.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

ucap Intan. Duk! Duk! Duk! Intan naik pitam. Seraya membuka pintunya. Tapi, di luar kamar tidak ada siapapun. "Siapa yang barusan ngetuk pintu? Masa ada hantu, gak mungkin," gumamnya. Intan kembali menutup pintu. Dia lantas duduk di ranjangnya. Duk! Duk! "Siapa sih!" Intan bergegas membuka pintunya lagi. Tapi, tapi tidak ada siapapun.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Baca
+Pustaka
Merajut Asa

Merajut Asa

Perjuangan hidupku begitu keras dan aku kembali dengan mata yang teramat lelah saat menyaksikan dunia sepertinya tidak akan berubah, tapi ketika tawamu hadir tawa itu mengudara mencariku tawa itu memperlihatkan padaku pintu-pintu kehidupan Stanza keempat dan kelima penuh dengan majas, tidak ada goresan pada lariknya. Textliner kembali dibubuhkan Joseph di stanza terakhir. Tertawalah pada malam, pada siang, pada bulan, tertawalah pada kekacauan jalanan di pulau ini
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Baca Semua Ulasan
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Suara Lavender 2 Teka-teki dari suara lirih Dengan bingung yang tidak bertujuan Terlalu banyak hal untuk dipaksa menjadi tuan Dari bungkamnya mulut yang dipaksa jawaban Sampai rasa yang heran kebingungan, bertanya “Kenapa kau permasalahkan suratnya?. Cemburukah wahai rasa? ******************* Terimakasih yang sudah mau membaca cerita ini, Maaf untuk segala kekurangan penulisan, maklum penulis pemula yang akan terus belajar dan memperbaiki agar menuju kata sempurna. Bantu cerita ini dengan cara vote dan comment ya, jangan lupa. With Love, Aponi line❤️
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Nama

Di Antara Dua Nama

Diwali mengelus-elus janggut tipis di dagunya. Alena tersenyum. "Andai aku bertemu denganmu sebelum Pram, apa kau yakin akan bisa meluluhkan hatiku seperti Pram?" "Kau belum tahu siapa aku!" sahut Diwali. Alena mengedikkan bahu. "Tuan Muda Kedua anak Tuan Adiwiguna yang hobinya bermalas-malasan dan menghambur-hamburkan uang." "Aku rela menghamburkan uang berapapun untuk bisa berkencan denganmu," sahut Diwali.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Kecuali kepada yang lebih tua. Sedang yang diacuhkan merasa terkekeuh. Menghampiri gadis terbalut jilbab army dihadapannya. “Bagaimana, boleh aku menjadi anginnya?” bertanya tanpa menatap yang ditanya. Asik menikmati rintikan hujan. “Niat bertanya gak, sih?” obyek dimana, mata kemana! “Gadhul bashar (menundukan pandangan) itu lebih baik, kan?”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Baca
+Pustaka
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

kata Abadi lagi Bang Parlin terlihat bingung dia tentu tidak tahu harus bilang apa, lagi-lagi Abadi menggunakan istilah dalam bahasa Inggris, ini salah satu kelemahan Bang Parlin. Tiga pertanyaan selesai tak satupun yang bisa dijawab Pak Parlin. Aku mulai khawatir. Kini giliran Bang Parlin yang bertanya. "Pertanyaan pertama, kamu sudah makan siang?" tanya Bang Parlin.
1080.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Baca
+Pustaka
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

Kedua status itu adalah beberapa baris puisi miliknya, dan oleh sang bidadari dijadikan statusnya: [ Biarlah aku tak harus cemburu Biarkan rasa kangen itu raib Seperti asap lisong yang diterpa angin lalu Dan kangen itu… Biarkan seperi desau angin yang gagal merumput Lalu senyap dalam ingatan.] Lalu status kedua: [ Pertemuan kita telah menjadi penggalan rencana Nyaris tak berarti apa-apa lagi Kebersamaan kita telah sampai pada tapal batasnya Ternyata aku telah melewati jalan yang destinasinya sama
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Memaksanya untuk mencari potongan kata yang hilang. “Bagaimana kabarmu? Aku dengar kau sudah menikah,” tanya Anita. Ia belum bisa merangkai kembali kata-katanya yang hilang. “Baik. Iya aku sudah menikah, anakku dua malahan. Kembar. Dan sekarang sudah umur 2 tahun.” “Wah hebat. Pasti ramai sekali rumahmu.”
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai pantun apa kabar 2 baris
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status