Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa
ujar si wanita tua dengan begitu lirih, “tapi aku tidak buta, Buyung. Se—selama ini, aku menyimpan semua kenyataan ini. Aku selalu berdoa pada para dewa dan dewi, agar suatu saat kelak, aku diberikan kesempatan untuk menyampaikan berita ini.”
Buyung Kacinduaan memang tidak tahu seperti apa si Sutan Kobeh itu, atau pula anaknya yang dimaksudkan si wanita tua. Tapi ia masih bisa mengingat dengan jelas, bahwa Sutan Kobeh adalah Panghulu Nagari Bukit Apit Puhun.
‘Para dewata di Suwarga,” jerit Buyung di dalam hati. ‘Kukuhkan hatiku untuk tidak terbawa dalam amarah. Inyiak, tolong lindungi aku…’
Bab Populer