Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Adorable CEO

My Adorable CEO

Irish pun membayar ongkos taksi dan melangkah menaiki tangga menuju rumah Ayana. Ting tong! Ayana membuka pintunya dan tersenyum manis, mempersilakan Irish masuk ke dalam. Irish melepaskan sepatunya dan matanya menangkap sebuah obyek di samping rak sepatu, sebuah payung berwarna pink. Payung yang sama seperti payungku yang entah dihilangkan kak Alex di mana! batinnya. Irish mengangkat kedua bahunya. "Pabrik payung 'kan memproduksi banyak warna. Kenapa aku jadi mikir yang tidak-tidak," lirih Irish. TO BE CONTINUE
9.814.8K viewsCompletedAdded to Library 590 Times as payung kuning
Read
+Library
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Ibu Suri dan Putri Rania, keduanya agak bingung, lalu mengikutinya keluar. Di luar, tandu kerajaan milik Kaisar sudah menunggu, kecuali payung sutra kuningnya. Ibu Suri dan Putri Rania saling bertukar pandang, menyadari bahwa Damian pasti yang telah membawa payung sutra kuning untuk mengantarkan Lyra. Dengan payung kuning sebagai penanda, yang lain otomatis harus menyingkir di sepanjang jalan. Bukan hanya Dayang Yuri, bahkan Ibu Suri sendiri pun tak akan berani menghentikannya.
985.2K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as payung kuning
Read
+Library
GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

ucap Varafanu, matanya mengikuti kepergian Cakra. Kiran ikut melirik ke arah jendela, wajahnya tampak sedikit khawatir. “Kalian punya payung?” Aswin meraih payung merah muda di bawah meja, lalu menyodorkannya pada Kiran. “Ini, pakai saja,” ujarnya sambil tersenyum tipis. Kiran menatap payung itu sejenak, sudut bibirnya terangkat. “Warnanya... cukup unik,” katanya.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as payung kuning
Read
+Library
TANYA HATIMU (Indonesia)

TANYA HATIMU (Indonesia)

kata Mayang akhirnya tidak tahan karena jengkel dan diikuti terus oleh Banyu. Banyu tersenyum dan mengeluarkan ponselnya yang berwarna kuning dari dalam saku celananya. "Baju pink hp kuning. Aneh.” kata Mayang sambil mengetik nomor ponselnya dan menyerahkannya ke Banyu. "Trimakasih Yang. Yang lebih cocok dari pada May." kata Banyu sambil berlalu dan menunggangi motornya. Kalimat Banyu berhasil mengeluarkan semburat merah di wajah Mayang, bahkan pipinya memanas saat ini. Mayang tersenyum simpul, bahkan kalimat receh itu bisa membuatnya menoleh pada sosok Banyu saat ini.
1011.2K viewsCompletedAdded to Library 446 Times as payung kuning
Show Reviews (21)
Read
+Library
Ayne Kim
mustahil jika persahabtan cewek dan cowok tidak mendatangkan cinta. kadaang sepihak,, kadang dua2nya saling cinta tp takut mengungkapkan. ya, seperti eric. kasian juga sebenarnya. sini sama ayn ja Eric. banyak anak aku yang nganggur nihh hehehhe
Sweet July
Agak kesel sih sama Mayang. Msh SMA udh kenal alkohol. Tp ya mgkin krn dia anak broken home, jd pelariannya kesitu. Btw, aku kok ngerasa Marco itu baik ya? Entahlah. Aku baru baca sampe part menyuapi es krim. Ntar aku lanjut lagi ya... Semangat lanjutin ceritanya....
Read All Reviews
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

“Simpan pisaumu. Sudah malam, aku akan mengantarmu pulang.” Ia memungut payung yang tadi Nawang buang sembarang dan menggenggamkannya ke tangan Nawang. Pisau telah disimpan aman ke dalam tas. Ia kini berjalan di samping Nawang dalam diam. Hanya suara hujan yang menemani langkah mereka. “Bang...” Nawang membuka suara pelan. “Terima kasih, ya. Kalau tadi Abang nggak datang, mungkin saya—”
1019.2K viewsOngoingAdded to Library 613 Times as payung kuning
Read
+Library
TERJERAT CINTA SANG DUDA

TERJERAT CINTA SANG DUDA

“Sudah cantik, pandai masak juga. Kok paket sempurna, ya?” Satu hari, langit mendung. Kay baru saja mengantar Jehan ke depan gerbang. Dia mengusap pucuk kepala Jehan setelah gadis itu mencium tangannya. Payung dipegang di tangan kirinya. Jehan masuk dengan payung mungil berwarna pink yang dia bukakan. Seperginya Jehan, Kay baru sadar. Reinan tampak berdiri mematung di tepi post satpam sambil menatap hujan, “Rei? Gak bawa payung?”
8.730.3K viewsCompletedAdded to Library 879 Times as payung kuning
Read
+Library
KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

Jadi langsung pindah tangan ponsel itu. "Halo, Raya. Ada apa?" tanyanya. "Kak, nanti aku kirim screenshot peluang untuk cari uang, ya. Ini cocok untuk Kakak. Banyak kok yang sukses aku lihat," ujarku berusaha menjelaskan. "Peluang apa, ya Raya? Kalau dagang musti ada modal." Kak Murni pernah gagal dalam hal dagang tapi kredit, jadi mungkin ia trauma juga.
13.7K viewsCompletedAdded to Library 423 Times as payung kuning
Read
+Library
Saat Aku Pendarahan, Suamiku Menemani Simpanannya

Saat Aku Pendarahan, Suamiku Menemani Simpanannya

"Tunggu di sini sebentar, jangan sampai kehujanan. Aku akan pergi beli payung." Seusai berbicara, Darren langsung berjalan cepat ke arah seorang nenek yang menjual payung di dekat sana. Shanaya memperhatikan sosoknya yang tegap menghilang di tengah hujan. Tidak lama kemudian, Darren kembali. Dia membawa payung kecil berwarna hitam untuk satu orang. Sedikit rasa bersalah muncul di wajahnya. "Ini satu-satunya payung yang tersisa di kios. Hujannya nggak akan berhenti dalam waktu dekat .... Kamu keberatan untuk sepayung?"
9.358.7K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as payung kuning
Read
+Library
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Dia bisa berkali-kali melepaskan kepuasan nya hanya dengan bercumbu, tanpa dapat menyentuh keperawananku. Siang itu Mas Bayu sedang tidak bersamaku di apartemen dia pergi ke Dealer mobilnya untuk menunjuk seseorang yang bisa dipercaya mengurus Dealer mobilnya selama Mas Bayu di Desa. Aku yang mencoba menyibukkan diri dengan pergi ke dapur berniat untuk memasak makan siang yang akan disajikan bila Mas Bayu nanti pulang, namun tiba-tiba handphoneku berdering dan kulihat sebuah panggilan dari Nina sahabatku.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as payung kuning
Read
+Library
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Mendengar mereka akan keluar, ia segera pergi ke balik meja dan kembali dengan sebuah payung di tangan. “Hanya ada satu. Silakan menggunakannya. Di luar masih hujan,” ujarnya menyerahkan payung itu kepada Tuan Kedua. Pria itu mengambilnya, lantas bertanya pada Li Yuan, “Kau, tidak keberatan?” Li Yuan mengangguk, tidak keberatan berbagi payung. Sebelum keluar dari pintu penginapan, pria itu sekali lagi menyapukan pandangan dingin pada kelompok pria yang masih berdiri dengan waspada di sudut.
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 384 Times as payung kuning
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status