Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

"Jordy anak baik, sangat baik padamu. Ibu bisa pergi dengan tenang kalau kamu bahagia." Aku menahan keinginan untuk menangis, lalu berjanji kepada ibuku, "Ibu, aku pasti bahagia." "Jadi, Ibu juga harus janji padaku, jaga kesehatan baik-baik." Setelah menutup telepon, kamar kembali tenggelam dalam kegelapan dan keheningan yang pekat. Aku menyeka air mata, lalu mengirim pesan kepada Jordy.
4.5K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Setelah makan malam, hujan mulai turun di luar. Julian bersikeras ingin tidur bersama Federik, jadi Susan mengizinkannya menginap. Namun, saat bangun untuk minum air di tengah malam, Susan malah bertabrakan dengan Federik. "Aduh." Susan menjerit dan jatuh ke samping. Federik meraih dan menariknya ke dalam pelukannya, lalu bertanya dengan gugup, "Ada apa? Apa kamu terluka?"
17.2K viewsCompletedAdded to Library 637 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Perpisahan yang Kutandatangani

Perpisahan yang Kutandatangani

Tidurmu gampang bangun, jadi pakailah penutup mata biar nggak gampang kebangun di tengah malam. [Udara makin dingin. Kaki kamu pernah cedera, jangan lupa rendam air hangat dulu sebelum tidur.] [Yasmin, besok kamu mau sarapan apa? Biar aku beliin, ya? Atau siang nanti mau makan apa? Aku tahu kamu sibuk, aku bisa suruh orang antar lebih dulu.] [Yasmin...] Pesan-pesan seperti itu terlalu banyak. Yasmin hanya melirik sekilas, lalu mengabaikannya.
8.2K viewsCompletedAdded to Library 270 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Ketika Suami Tak Lagi Peduli

Ketika Suami Tak Lagi Peduli

“Tidurlah yang nyenyak, Sayang, jangan memikirkan apa pun. Yakinlah semua akan berjalan dengan lancar.” Perutku serasa diterbangi ribuan kupu-kupu saat mendengar Mas Reindra memanggilku dengan sebutan “Sayang”. Seperti orang yang dihipnotis, aku hanya bisa mengangguk lalu keluar dari mobilnya. Sembari berjalan menuju ke gerbang kos, aku tidak bisa berhenti tersenyum. Sungguh, kebahagiaanku hari ini tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Meski begitu aku tidak boleh lengah, karena esok hari aku harus menghadapi Mas Yoga, lelaki yang memiliki seribu satu muslihat dan tipu daya.
1038.5K viewsCompletedAdded to Library 963 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Madu Suamiku

Madu Suamiku

"Mau jalan jalan lah... " "Balik lagi ke Malang?" "Hmmm. Ya," Keduanya kembali terdiam. Zahra memandangi ke luar jendela sementara Resti terus fokus dengan kemudinya. "Kamu kalau ngantuk tidur aja nggak apa-apa,Za Tidurlah," "Kamu gimana? Nggak apa-apa?" "Aman. Udah biasa. Sana tidurlah. Karena dengan tidur kita bisa menciptakan dunia yang indah dalam mimpi kita. Begitu kan? Hehe"
8.220.4K viewsCompletedAdded to Library 613 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Benci Bilang Sayang

Benci Bilang Sayang

Drrrt Ponselnya bergetar, satu pesan masuk dari Drupadi. "Jangan lupa minum air yang banyak, setelah itu istirahatlah, cepat sembuh." Isi pesan singkat dari Drupadi, menerbitkan senyum di bibir Kendra. Jika minum obatnya seperti itu, ia ingin selalu sakit. Batin Kendra sambil tertawa pelan. Sapu tangan gadis itu masih bersama Kendra. Setelah menghabiskan airnya, Kendra kemudian tidur sambil memegang sapu tangan yang menguar harum parfum milik Drupadi.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Selamat Malam Duniaku

Selamat Malam Duniaku

Lebih tepatnya digedor. "Keluarlah!" Miramasih menyipit karena mengantuk saat perintah itu ia terima. Sedikit gontai ia mengikuti langkah Ferdian ke ruang tengah. "Itu kamar mandimu, aku sudah siapkan sabun dan handuk untukmu. Ingat, jam mandimu adalah pukul enam pagi. Karena aku akan berada disini jam enam lebih sepuluh menit. Dan sekarang mandilah!"
3.5K viewsOn holdAdded to Library 129 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
HANYA KARENA IBU RUMAH TANGGA, AKU DIREMEHKAN SUAMIKU!

HANYA KARENA IBU RUMAH TANGGA, AKU DIREMEHKAN SUAMIKU!

Lama aku terpekur dalam do'a-do'a panjangku hingga tanpa terasa aku tertidur di atas sajadah. ¤¤¤¤¤¤¤¤ hai ... semuanya, terima kasih sudah mampir. semoga segala urusan kita dipermudah oleh-NYA. Aamiin .... Happy reading semua 😍
1056.7K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
PERFAKE HUSBAND

PERFAKE HUSBAND

“Gue.... akan menyumbang lebih gede kok buat keperluan Askara.” “Harus lah. Udah ah, gue tutup. Lambung gue menangis denger duit jajan lo.” Bayu menelan ludahnya begitu telpon Adit ditutup, “Udah malem, gue siap-siap tidur ya di sofa.” Aku menarik lengannya, “Disini aja.” Bayu menatap wajahku, “Lo gak papa?” Aku mendorong lengannya yang semula ku tarik, “Gak usah kejauhan traveling otak lo. Lo boleh tidur bareng sama gue. Tapi ada syaratnya.”
103.3K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

"Jangan menangis terus, Nay. Kamu berdoa saja semoga ibu segera sembuh dan bisa berkumpul dengan kita kembali." Aku mengangguk seraya mengusap air mata yang semakin deras saja. Semakin ditahan semakin tidak tahu dirinya dia keluar membasahi pipi ini. Tiba-tiba mas Bayu menepikan mobil disebuah toko pecah belah. "Mau ngapain, Mas?" tanyaku singkat. "Beli tilam tipis dan bantal buat kita tidur disana. Jangan sampai yang sehat juga jadi sakit karena kurang tidur." jawabnya pelan.
9.523.9K viewsCompletedAdded to Library 525 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status