Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Setelah makan malam, hujan mulai turun di luar. Julian bersikeras ingin tidur bersama Federik, jadi Susan mengizinkannya menginap. Namun, saat bangun untuk minum air di tengah malam, Susan malah bertabrakan dengan Federik. "Aduh." Susan menjerit dan jatuh ke samping. Federik meraih dan menariknya ke dalam pelukannya, lalu bertanya dengan gugup, "Ada apa? Apa kamu terluka?"
17.0K viewsCompletedAdded to Library 630 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Perpisahan yang Kutandatangani

Perpisahan yang Kutandatangani

Tidurmu gampang bangun, jadi pakailah penutup mata biar nggak gampang kebangun di tengah malam. [Udara makin dingin. Kaki kamu pernah cedera, jangan lupa rendam air hangat dulu sebelum tidur.] [Yasmin, besok kamu mau sarapan apa? Biar aku beliin, ya? Atau siang nanti mau makan apa? Aku tahu kamu sibuk, aku bisa suruh orang antar lebih dulu.] [Yasmin...] Pesan-pesan seperti itu terlalu banyak. Yasmin hanya melirik sekilas, lalu mengabaikannya.
8.0K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Hampir Takluk Mulai jam sepuluh malam hujan turun cukup deras. Aku tak peduli Mas Wildan jadi pulang atau tidak. Setelah mengirim pesan itu, ponsel ku-mode pesawat, sebab diri ini lelah berdebat. Tak tahan dengan efek dingin akibat air langit yang membasahi bumi, kukenakan sweater bahan rajut yang ketebalan dan kelembutannya mengantarkanku mengikuti lelapnya kedua anakku.
1021.5K viewsCompletedAdded to Library 495 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
PERFAKE HUSBAND

PERFAKE HUSBAND

“Gue.... akan menyumbang lebih gede kok buat keperluan Askara.” “Harus lah. Udah ah, gue tutup. Lambung gue menangis denger duit jajan lo.” Bayu menelan ludahnya begitu telpon Adit ditutup, “Udah malem, gue siap-siap tidur ya di sofa.” Aku menarik lengannya, “Disini aja.” Bayu menatap wajahku, “Lo gak papa?” Aku mendorong lengannya yang semula ku tarik, “Gak usah kejauhan traveling otak lo. Lo boleh tidur bareng sama gue. Tapi ada syaratnya.”
102.9K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Go to sleep now close your eyes Try to think of tomorrow All of us wish you good night So I’am switching of the light One more hug One more smile Kiss you once Kiss you twice I will be here for a while Try to sleep now and close your eyes Suara merdunya sangat memanjakan telinga. Aku tersenyum mendengar bagian lirik kiss you once, kiss you twice di sela kantuk yang mulai mendera. Perlahan mata terasa berat, membuatku melepaskan semua derita yang terasa hari ini. Entah apa yang akan terjadi besok, aku tidak tahu. Semoga saja ada jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi sekarang.
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

"Jangan menangis terus, Nay. Kamu berdoa saja semoga ibu segera sembuh dan bisa berkumpul dengan kita kembali." Aku mengangguk seraya mengusap air mata yang semakin deras saja. Semakin ditahan semakin tidak tahu dirinya dia keluar membasahi pipi ini. Tiba-tiba mas Bayu menepikan mobil disebuah toko pecah belah. "Mau ngapain, Mas?" tanyaku singkat. "Beli tilam tipis dan bantal buat kita tidur disana. Jangan sampai yang sehat juga jadi sakit karena kurang tidur." jawabnya pelan.
9.523.6K viewsCompletedAdded to Library 519 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

"Misalnya saat cuaca mendung, segera gunakan jaket. Di saat panas, buka dan simpanlah jaket tersebut. Saat hujan, keluarkanlah payung. Kita harus siap siaga dalam segala kondisi. Jadi kita tidak perlu membuang waktu ngomel-ngomel untuk mengharapkan cuaca yang lebih baik. Karena detik berikutnya cuaca akan kembali berubah. Jadi nikmati saja perubahannya. Apapun yang tariklah napas dalam-dalam, berpikir positif dan terus melanjutkan hidup." "Ah, Mas jadi makin tidak sabar menunggu Pak Yono datang. Mas ingin berbincang-bincang dengannya. Mas ingin belajar menjadi ayah yang baik, peka dan pelindung bagi keluarga." "Segera, Mas. Segera." Lara memejamkan mata ketika angin sepoi-sepoi bertiup masuk
1043.5K viewsCompletedAdded to Library 957 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Vampire Lord: Terbangun di Dunia Lain

Vampire Lord: Terbangun di Dunia Lain

“Sekarang telah aman, tidurlah dengan tenang...” Mendengar bisikan lembut dari seorang pria, gadis itu tak kuasa untuk mempertahankan kesadarannya dan tertidur dengan lelap. Dia sungguh kelelahan, baik mental maupun fisiknya. Sebuah keajaiban dia dapat bertahan selama itu. Saat mendapat sebuah payung yang menghalangi derasnya air hujan di kala musim panas, dia akhirnya dapat melupakan tekanan itu dan beristirahat dengan tenang.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

"Nggak ada yang ketinggalan, kan?" "Nggak, Ma!" kompak, mereka menjawab. Aku mengangguk, tersenyum lebar. Selebar sayap-sayap kehidupan yang mengembang, siap terkepak. Good bye, my pasti! Hello, assalamu'alakum, my future. It's me, Payung Teduh!
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 553 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
Alisya

Alisya

Bahagia atau sedih? Tak ada kilauan senja, awan kelabu berkaitan diatas. Dedaunan berguguran. Tak ada kicauan burung bernyanyi riang, Sunyi, kelam. "Percayalah sayang, semuanya akan baik-baik saja," "Aiys, ga bisa LDR," jujur Aiys dengan kata selembut kapas. "Belum dicoba, kok menyerah," kata Daffa.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as payung teduh tidurlah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status