LEMBUR TENGAH MALAM
Sebelum ia sempat mengucapkan terima kasih, abang itu hanya berkata, “Hati-hati, Mbak. Kayaknya mau hujan, jangan lupa jemurannya diangkat ya.”
“Eh, iya, iya. Makasih, Bang,” jawab Gracya dengan senyum mengantuk, meskipun dalam hati ia sedikit terkejut dengan perkataan itu. Ia bahkan tak ingat kapan terakhir kali ia menjemur baju, karena akhir-akhir ini ia hanya pulang ke kos untuk istirahat sejenak sebelum kembali ke rumah sakit.
Hot Chapters