Cinta Panas Sang Penyamar
sindir Sisi.
“Kamu jangan lancang, Nak. Mentang mentang kamu dinikahi Daffi, kamu bisa berlaga seperti pahlawan, hm?”
Sisi terkekeh kecil, lalu dengan santai menyilangkan tangan di dada. “Ustad, maaf sekali. Suami saya bukan orang yang otoriter dan patriarki. Jadi, Ustad jangan cari alasan buat jatuhin saya. Mau cari Andini bukan di sini, dia lagi ke Bekasi bareng sama Abangnya. Abang Ken. Kalau mau nyusul, ke sana saja. Gak ada urusan ke sini,” jawab Sisi lugas. Mumpung tak ada keluarga besar, dia sudutkan saja lelaki menyebalkan itu. Meski jauh jauh dari Jakarta ke Karawang demi bertemu Andini atau Daffi, dia tak peduli.
Hot Chapters