Adik Ipar Pengganti Istri
Lagi pula, dia juga tidak berniat merebut posisi itu.
Zahra tahu. Zahra tahu bahwa dirinya hanyalah pengganti. Namun, apakah pantas dirinya disebut sebagai pengasuh? Begitu rendahkan dia di mata Gibran.
"Allah, sakit sekali rasanya," ucapnya sambil memukul pelan dadanya.
Saat ini, dia lebih memilih menepi di kamar Nazira. Sekuat tenaga, Zahra menahan tangis dengan menggigit bibir bawahnya. Demi Allah, Zahra hanya berniat baik, seperti yang ia ceritakan tadi.