Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikira Miskin Saat Menghadiri Hajatan Tetangga

Dikira Miskin Saat Menghadiri Hajatan Tetangga

cecar Emak sambil menepuk lengan Maya. "Lah, Emak sendiri kenapa menangis?" balik Maya di sela-sela tangisnya. "Ya gimana nggak nangis, Emak kaget, haru, senang karena sebentar lagi punya cucu," sahut Emak tanpa rasa bersalah. "Ya sama lah, Mak. Kenapa malah mukulin aku?" tanya Maya sambil meneruskan tangisnya. Abian menepuk jidatnya perlahan. Disaat-saat haru seperti ini istri dan mertuanya malah berdebat seperti anak kecil.
10127.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Karena dari tadi pagi aku tak melihatnya. " Siapa yang mau bertemu dengan emak?" Sahut emak, sambil tangannya masih sibuk menata piring. " Ada di ruang tamu orangnya mak..." Jawab mas Dirga nampak ragu. " Siapa? Istri barumu? Emak mau sarapan sama mantu dan kedua cucu emak. Kalau mau ya silahkan menunggu." Jawab emak dengan ketus. " Maaf ya kami nggak nawarin istri baru bapak sarapan bareng kita, ntar bikin kita hilang nafsu makan liat muka si pelakor itu." Sahut Permata, putri sulungku.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Adikku Pemuas Nafsu Suamiku

Adikku Pemuas Nafsu Suamiku

ucap satpam di rumah ini. "Tolonglah, Mas. Saya lapar sekali. Kalau Mas tidak kasih saya makan, saya mau makan apa hari ini!" ucap seorang wanita dengan nada memohon. Sayang sekali tubuh wanita itu terhalang tubuh satpam yang berjaga jadi aku tidak bisa melihat siapa dia. Karena rasa penasaranku aku mulai mendekati mereka dan alangkah terkejutnya aku melihat siapa ternyata wanita yang sedang mengemis makan pada satpam di rumah ini. Ya, dia adalah ibuku. Ibu yang sangat jahat yang tega menjual anaknya sendiri demi bisa mengenyangkan perutnya. Mungkin ini karma untuk wanita itu karena sudah sangat jahat padaku.
1077.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

Bab 38 Pembagian warisan POV Pakde Pur Aku adalah kakak dari Darti. Dia biasa di panggil Emak oleh anak-anaknya, hingga semua orang pun ikut memanggilnya Emak. Singkat cerita, hari ini tiba-tiba Emak datang ke rumah. Disambut hangat oleh istriku, yang kebetulan dia baru menyapu halaman. "Pak … Pak …." Teriak istriku yang berjalan masuk ke dalam rumah.
1020.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
UANGKU BUKAN BERARTI UANGMU, MAS!!!

UANGKU BUKAN BERARTI UANGMU, MAS!!!

Ucap Emak dengan semangat dan mata berbinar bahagia "Wes to Mak, ojo kampungan. Bentar lagi lak yo kita pindah kesana." "Halah Bapak iki, gak bisa lihat orang seneng aja." Emak pun cemberut mendengar ucapan Bapak. "Sudah Pak, gak papa. Wajar kalau Emak bahagia. Ida aja yang muda juga gak sabar pingin tinggal disana." Ucapku menyenangkan hati Emak
1066.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Emak tertawa terpingkal-pingkal mendengar pengakuanku. “Nah, ini otak udah bener. Santi, anak Mak yang paling cantik se-Indonesia raya. Dengar baik-baik ya, Nak ... Makmu ini tidak butuh hartamu. Mak hanya butuh baktimu, doamu dan kasih sayangmu saja. Emak tidak mau berbentuk apa pun itu yang Emak mau adalah dari sikapmu. Santi, anak Emak yang cantik. Emakmu ini tahu kalau kamu pun susah dan pusing memikirkan bagaimana caranya membahagiakan Emak sampai kerja lembur-lembur bahkan diculik segala. Sudah itu lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa kamu anak yang baik yang berbakti yang berusaha untuk selalu membahagiakan orang tuamu,” jawab emak. Diciumnya keningku ini dan juga dipeluk. Rasany
10147.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

Duduk di kursi tamu lalu Emak terlihat mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. "Gimana kondisi Ibumu, Yu. Sudah baikan kan?" tanya Emak, wanita tua yang berhati malaikat itu membuatku mengulas senyum. Dia tidak pernah menyimpan dendam kepada siapapun meskipun telah menyakiti hatinya. Ya, itulah Emak. Malaikat tanpa sayap yang aku miliki. "Alhamdulilah, sudah mendingan Mak. Tinggal pemulihan, tadi sudah sarapan minum obat lalu mandi. Mungkin sekarang beliau tangah istirahat."
1095.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Emak memberi tahu Bang Asman, seolah sedang mempromosikan barang dagangannya. “Iyo, Mak,” jawab bang Asman sopan. “Sulit cari gadis macam ni zaman sekarang. Muko lawo, masak pandai, mengurus rumah pandai, mengaji pandai. Apo lagi nak dicari,” ujar Emak dengan bangga. Aku yang sedang mondar-mandir menghidangkan lauk tertunduk malu. Bah tampak tidak senang dengan kata-kata Emak. “Mengapo kau ni, Mah? Macam nak kau jual anak aku kepada Asman.”
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Jerat Candu Tuan Muda Kejam

"Nggak, Mak. Nggak bener." Dadaku terasa nyeri. "Kalau dipikir-pikir lagi, Emak juga korban." Untuk beberapa saat hanya terdengar suara napas kami. Lalu Emak tertawa kecil. Tawa yang terdengar lelah. "Emak nggak pinter sekolah kayak kamu, Teh." Aku kembali menangis. "Jangan ngomong begitu." "Emang bener." Suara Emak terdengar lembut. "Emak cuma perempuan kampung yang nikah muda. Seumur hidup taunya ngurus suami sama anak."
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Akibat Pulang Kampung Tidak Bawa Mobil

Akibat Pulang Kampung Tidak Bawa Mobil

“Mak. Emak jangan salah----” “Kamu ini bagaimana, sih. Tidak ada yang salah kalau orang tua itu bangga. Kamu tahu tidak, selama ini kalau arisan Emak itu mlipir kalau orang-orang cerita bagaimana lucunya cucu mereka. Diem saja, la wong apa yang diceritakan. Tapi sekarang kan lain. Emak sudah ___” “Salah paham, Mak. Perlengkapan bayi yang kita belanja itu bukan---”
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status