Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Cuma tidak ada lubang-lubang yang biasa mengeluarkan bunyi nada. "Itu bukan peniup api sembarangan. Harta pusaka emak, tuh. Sejenis senjata sakti yang bisa digunakan untuk bertempur." Si Emak duduk di atas bangku kayu kecil di sampingku. Sementara aku kaget mendengar ucapan Si Emak. Sampai dia selesai bercerita, aku masih tidak mampu mengangkat peniup api tersebut. "Berat, Mak. Aku tidak sanggup mengangkatnya."
9.93.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

kata tuan kim "Apakah pantas orang sepertimu itu mengakui gadis itu sebagai cucumu hah? Di saat dia masih kecil kau tidak ada di mana pun,bahkan kamu menyuruh orang-orangmu menghabisinya dan sekarang setelah dia besar kau ingin mengambilnya begitu saja? Sampai kapanpun tak akan aku biarkan! Sekarang juga, di mana dia kau sembunyikan?" ucap Mbak Maya sambil melototkan mata.
1058.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
KAU HIANATIKU, KUBUAT PUSAKAMU TAK BERKUTIK

KAU HIANATIKU, KUBUAT PUSAKAMU TAK BERKUTIK

"Hai, lihat nih kita berhasil ngasih pelajaran untuk valak yang Lagi viral itu, untuk istri sahnya, nih kita udah balaskan sakithati kamu sama nih valak, ternyata aslinya memang burik, sangat jauh sama istri sahnya, kita sekumpulan emak emak yang memang anti pelakor turut prihatin atas yang menimpa rumahtangga dari istri sah, semoga apa yang kami lakukan ini bisa sedikit mengobati sakit hati istrinya ya, terimakasih." Setelah mengahiri siarannya, si emak itu memasukkan kembali gawainya ke saku bajunya. Dan kini aku sudah menangis tak berdaya, rasa panas yang menghinggapi seluruh tubuhku, belum lagi bekas pukulan dan tamparan dari emak emak itu meluluhlantakkan tenaga juga harga diriku. Pakai
43.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

Pak Mamat melangkah masuk membawa kantong plastik berisi buah jeruk. "Sudah mau berangkat kamu Rus?" sapa Pak Mamat ramah. "Iya Pak. Saya titip Ibu ya. Tolong dijenguk kalau Bapak lagi santai di rumah," pesan Rusdi sambil menyalami pria tua itu. "Beres itu. Kamu tenang saja kerja cari uang. Ibumu biar saya dan Siti yang urus di sini," jawab Pak Mamat mantap.
9.7335.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.0K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

“Wah, boleh banget, Mah. Aku kangen masakan Mamah.” “Hehe, siap. Mamah seneng banget denger kabar ini, Nak. Doa Mamah cuma satu—semoga kalian berdua kuat dan saling jaga, karena sebentar lagi kalian bukan cuma suami istri, tapi orang tua.”
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

"Ya sudah, tapi kamu jangan terpancing emosi, ya." "Mudah-mudahan, Mak," jawabku sambil nyengir. Membuat Emak mertua mencubit hidungku. "Suci titip Dila, ya, Mak." Emak selalu mewanti-wanti agar anak jangan dibiasakan diajak ke rewang. Bukan apa-apa. Takutnya ada omongan yang tidak-tidak. Dikira ingin mencarikan makan gratis. Ketika sampai di rumah Bu Kadus. Beberapa ibu-ibu sudah datang dan mengerjakan tugas masing-masing.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

“Bapak, Ibu masak ulukutek oncom, loh! Bapak cepetan cuci tangan.” “Wah, asiiik … Bapak paling suka ulukutek oncom masakan Ibu.” Senyum kebersamaan mereka terasa indah. Namun, semua hanya tinggal bayangan saja dan aku merindukannya. Ya Allah ... Aku rindu Bapak .... Ya Allah ... Aku rindu senyuman Ibu yang dulu .... Aku ... rindu ... mereka ....
1095.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Dendam Permaisuri yang Terbuang

Dendam Permaisuri yang Terbuang

keluh Raja Khandra merangkul lelaki tua itu duduk di kursi kayu dengan meja ukir di mana tersaji beberapa gelas dan terbuat dari tembikar dan berukir matahari sebagai simbol kerajaan. “Aku akan mencari dalang di balik peristiwa hilangnya para pemuda,” janji Empu. “Terima kasih, Kakang. Aku sungguh sangat merepotkan dirimu, bukan?” “Apa yang kau katakan Adikku? Kau yang sudah berjasa banyak bagi rakyat, kami hidup sejahtera, sandang pangan tanpa kurang, rakyat mamur. Berkat kepemimpinan adilmu.” Empu Jagat terkekeh. “Aku permisi, terima kasih untuk jamuannya.”
1025.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 954 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Sang Presdir

Pemuas Hasrat Sang Presdir

gumamnya lirih. Tiba-tiba, seorang wanita paruh baya yang duduk di sampingnya tersenyum. "Kehamilan pertama, ya, Nyonya?" Gilea terkejut, lalu mengangguk kaku. "Iya." "Wajar merasa lelah dan... bingung," lanjut wanita itu dengan bijak. "Terutama dengan perubahan emosi. Suami nyonya tampak sangat perhatian. Itu berkah yang besar."
1037.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 947 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
MENGGODA DOSEN GALAK

MENGGODA DOSEN GALAK

Mulia sekali cita-cita emak🥺🥺🥺🥺🥺. Kasih rate dan komen🥰🥰🥰🥰😋😋😋.
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status