Pendekar Pedang Naga
"Dan mungkin tidur seperti manusia normal untuk sekali ini?"
Kael menghela napas, hampir tertawa kecil.
"Kalau nasib mengizinkan."
Mereka menyelinap ke dalam gang kecil, menemukan rumah penginapan lusuh bernama "Burung Tua". Tempat itu tampak reot, tapi justru itu yang mereka butuhkan—tempat yang tidak menarik perhatian.
Di kamar sempit berbau kayu basah itulah, akhirnya mereka bisa menjatuhkan diri ke atas ranjang keras, merasakan beban dunia untuk sementara tergelincir dari bahu mereka.