Pemilik Kitab Seribu Bayangan
“Kami bukan satu-satunya penulis. Tapi kami adalah mereka yang bertahan, yang menyatukan serpihan bayangan dan cahaya. Jika bukan kami, lalu siapa lagi?”
Sosok itu hening sejenak, lalu membuka jalan ke atas.
“Naiklah. Tapi ingat, apa pun yang kalian tulis di lembar terakhir… akan menjadi kenyataan. Dan tidak bisa dibatalkan.”
Di puncak menara, mereka menemukan ruang kecil—di tengahnya, sebuah meja batu, dan di atasnya, satu lembar kosong. Di sampingnya, sebuah pena hitam dengan ujung merah darah.
Hot Chapters