Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Dia duduk lebih dulu, lalu mengambil proposal Jingga yang tadi tergeletak di meja.
Dan seketika wajahnya berubah.
“Latar belakang kamu betele-tele. Paragraf pertama sampai ketiga isinya muter-muter. Intinya di mana?”
Jingga mengerjap. “Kan saya jelasin dulu fenomenanya, Prof—”
“Fenomena itu bukan curahan hati.”
“Lho?”
“Kamu pakai kalimat opini terlalu banyak. ‘Menurut penulis’,’penulis merasa’,’penulis beranggapan’... kamu sedang menulis skripsi bukan diary.”