Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

Ada yang sampai niat menulis contekan di tangan, ada pula yang tetap niat menghapalkan. Matari hanya membaca berulang-ulang dan langsung hapal di luar kepala. Ayla memintanya untuk memilih ambil bagian dengan kalimat panjang. Sedangkan Ayla memilih yang pendek-pendek. Hal itu pun sudah menjadi hasil diskusi mereka. Ayla mau tak mau memilih kalimat yang pendek, karena ingatannya buruk. Daripada nilai mereka berdua buruk, mendingan Matari terlihat menonjol.
12.4K viewsCompletedAdded to Library 409 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
DOKTER SETAN

DOKTER SETAN

Ia hanya menunjuk pena dan kertas itu. “Kau sudah membaca semua versi. Sudah mengulangi semua pilihan. Sekarang waktunya menulis ulang. Tapi dengan satu syarat.” “Apa?” “Kau hanya bisa menulis satu kalimat.” Aku mematung. Satu kalimat? Semua hal yang kulalui—ratusan adegan, percakapan, penderitaan, kehilangan, perasaan cinta, kegilaan, pengkhianatan—semua hanya boleh dirangkum dalam satu kalimat?
1.5K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Ikuti panduan profesional. Bibir Sukma bergetar dan berkata, "Aku .... " Namun, kata-katanya seolah tertahan. Dia gemetar saat berjalan menuju para penculik. Zaki memberi isyarat dengan punggung tangannya di belakangnya dan suara komandan terdengar di earphone-nya. "Perhatian semuanya, penembak jitu sudah di posisi. Bersiap untuk menerobos."
6.4K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

“Itu peluru terakhir. Sekarang, kita mainkan sesuatu yang cukup buat goyangin posisinya, tapi nggak bikin dia kabur sebelum waktunya.” Tatapan mereka bertemu—pendek, tapi cukup untuk memastikan mereka sepemikiran. Adrian mengambil laptop dari meja, membukanya di depannya sendiri, lalu mulai mengetik pernyataan singkat. Kalimat demi kalimat keluar dengan presisi, tanpa satu kata pun terbuang. Callista duduk di sampingnya, memberi masukan di sela-sela ketikan. “Hilangkan kalimat itu,” ujarnya sambil menunjuk layar. “Terlalu emosional. Kita harus kasih kesan bahwa kita nggak terguncang.”
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 443 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Tapi kalimat berikutnya membuat tawa itu membeku: “Lemari dibuka dengan menulis kalimat pembuka yang sama tiga kali, dipisah dengan satu spasi kosong di antaranya, lalu disusul satu kalimat yang berhenti di Tengah, dan tidak kau lanjutkan.” Kalimat pembuka? Kalimat apa? Aku menatap kembali esai lamaku. Kalimat pertamanya: “Hujan tidak pernah benar-benar turun pada waktu yang kita minta.” Aku menyalin kalimat itu ke dokumen kosong. Kutulis tiga kali, memisah tiapnya dengan satu baris kosong. Lalu “satu kalimat yang berhenti di tengah”. Aku mengetik: “Kalau aku menunggu di ujung gang, mungkin kamu akan” dan berhenti. Kutahan jariku. Tidak ada yang terjadi. Hanya kursor berkedip-kedip, seperti
721 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

“Kau… Penulis Pertama?” Bayangan itu mengangguk. “Aku adalah kalimat yang menulis dirinya sendiri.” 4. Dialog Tanpa Tata Bahasa Mereka bertiga duduk di depan Penulis Pertama. Tapi semua yang mereka katakan tidak lagi menggunakan suara. Melainkan ditulis langsung di udara. Salma menuliskan: “Kenapa kau menulis kami?” Penulis menjawab: “Karena dunia membutuhkan saksi dari dalam cerita.”
2.4K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
WHERE

WHERE

Jawab siswa-siswi dengan kompak. “Bagaimana liburannya? Apakah menyenangkan? Saya ingin kalian menceriterakan liburan kalian diselembar kertas. Dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar dengan kata yang tidak boleh disingkat. Pulpen tinta hitam dan tidak diperkenankan menggunakan tipeks. Minimal delapan paragraph, dalam satu paragraph terdiri dari enam kalimat dan dalam enam kalimat terdiri minimal 12 suku kata.” Semua siswa-siwi mengeluh. Ada apa dengan Ibu Tiffany? Adakah sesuatu yang mengganggu pikirannya? Sehingga ia seperti ini?
102.8K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

Arga berdiri, bukan untuk pidato panjang, melainkan untuk tiga kalimat—setiap kalimat adalah pagar yang menutup lubang yang baru saja dibuka lawan. Ia merapikan mikrofon yang sebenarnya tidak perlu dirapikan, agar jeda pertama terasa sengaja.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ia mengetik ulang, hapus lagi. Hatinya kacau. Pikirannya tidak menemukan jalan. Lalu akhirnya ia mengirim satu kalimat pendek: “Baik. Aku akan datang.” Hanya itu. Tidak ada tanda tanya. Tidak ada protes. Tidak ada “kenapa?” atau “apa maksudmu?” Karena ia tahu: Jika Arka sudah mengetik seperti itu, berarti ia sudah memikirkannya jauh lebih lama daripada yang ia kira.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

*"Datanglah ke Istana Utama. Malam ini. Sendirian."* Kalimat pendek itu terukir di perkamen, ditulis dengan goresan tinta hitam yang tegas dan sedikit miring—tulisan tangan seorang pria yang terbiasa memberi perintah, bukan menulis surat. Tidak ada salam, tidak ada basa-basi. Hanya sebuah perintah telanjang.
1022.8K viewsCompletedAdded to Library 455 Times as penulisan kalimat langsung
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status