Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda
“Itu peluru terakhir. Sekarang, kita mainkan sesuatu yang cukup buat goyangin posisinya, tapi nggak bikin dia kabur sebelum waktunya.”
Tatapan mereka bertemu—pendek, tapi cukup untuk memastikan mereka sepemikiran.
Adrian mengambil laptop dari meja, membukanya di depannya sendiri, lalu mulai mengetik pernyataan singkat. Kalimat demi kalimat keluar dengan presisi, tanpa satu kata pun terbuang. Callista duduk di sampingnya, memberi masukan di sela-sela ketikan.
“Hilangkan kalimat itu,” ujarnya sambil menunjuk layar. “Terlalu emosional. Kita harus kasih kesan bahwa kita nggak terguncang.”
Hot Chapters