Menarik banget bahas tentang penyakit fictophilia, apalagi dalam konteks serial TV yang seringkali menarik perhatian kita. Fictophilia, buat yang belum tahu, adalah ketertarikan atau kecintaan yang mendalam terhadap karakter fiksi, baik itu di anime, film, maupun buku. Dalam beberapa serial TV populer, tema ini sering diangkat dengan cara yang berbeda, memberikan gambaran unik tentang bagaimana orang berinteraksi dengan dunia fiksi. Salah satu contoh yang cukup mencolok adalah dalam serial seperti 'Kiss Him, Not Me' dan 'My Dress-Up Darling', di mana karakter-karakter merasa sangat terhubung dengan karakter fiksi yang mereka idolakan.
Di dalam 'Kiss Him, Not Me', misalnya, ada karakter utama yang sangat terobsesi dengan anime sampai-sampai dia melupakan kehidupan sosialnya. Ketika dia mulai mencari cinta di dunia nyata, dia harus menghadapi kenyataan dari fantasi yang dia miliki terhadap karakter- karakter fiksi yang dia idolakan. Ini penting banget, karena serial ini mengilhami pemahaman tentang pergeseran antara dunia nyata dan dunia yang dibangun dari imajinasi. Dalam beberapa momen lucu, kita bisa melihat betapa 'konyolnya' situasi ketika cinta fiksi mulai berpengaruh pada keputusan hidup di dunia nyata.
Sementara itu, di 'My Dress-Up Darling', kita melihat bagaimana cosplay menjadi pintu masuk untuk melakukan eksplorasi identitas dan hubungan sosial. Di sini, cinta terhadap karakter-karakter fiksi, yang diwakili oleh cosplay, membawa dua karakter utama ini lebih dekat satu sama lain. Momen ketika mereka berdiskusi tentang kostum dari karakter favorit mereka menunjukkan bagaimana hal tersebut mengikat mereka secara emosional dan bukan hanya sekedar kesenangan di permukaan. Ini membuktikan bahwa fictophilia bisa memunculkan interaksi yang lebih dalam, menyentuh perasaan manusiawi lainnya yang bisa terjadi di kehidupan sehari-hari.
Penting untuk dicatat bahwa meski fictophilia bisa jadi terlihat aneh bagi orang-orang di luar fandom, serial-serial ini mempresentasikan fenomena tersebut dengan cara yang relatable dan menghibur. Dengan humor dan kehangatan, mereka memberikan perspektif baru tentang bagaimana cinta terhadap karakter fiksi dapat menjadi cara untuk menjelajahi hubungan dan emosi kita sendiri. Di balik ceritanya, kita melihat bahwa kecintaan terhadap karakter-karakter ini juga bisa memicu pertumbuhan pribadi dan perkembangan hubungan yang lebih baik di antara karakter-karakter dalam serial. Jadi, melalui cerita fiksi, kita mungkin menemukan lebih dari sekedar hiburan, tetapi juga pelajaran berharga tentang cinta, pengertian, dan hubungan antar manusia. Dan siapa yang tidak suka dengan nuansa penyampaian emosional yang hangat seperti ini?