Neraka untuk Adik Madu
Sesekali mataku menatap ke segala penjuru, memastikan tak ada Mama mertua di sekitar sini.
"Iya. Vit, tolong ambilkan ponselku di dalam dong," pintaku.
"Tapi di dalam ada Mama, Mas."
"Ponsel saja, Vit. Aku butuh nomor seseorang," desakku.
"Untuk?"
"Aku membutuhkan uang, dan hanya temanku itu lah yang akan meminjamiku. Aku kemarin sudah ke sana, tapi dia nggak di rumah. Sedang di luar kota. Jadi aku harus menghubunginya via telepon. Kamu tahu sendiri kan besok acara pernikahan kami digelar. Dan harus segera dibayar. Kalau tidak mereka akan membatalkannya," ungkapku terus terang dengan memasang wajah memelas.
Hot Chapters