Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu
Pernikahan mewah yang aku impikan akhirnya terwujud juga.
“Nggak dadakan, kok, Bu. Sudah direncanakan dari berbulan-bulan yang lalu waktu Eko dan juga Ocha di kota. Eko itu, kan, pengusaha. Jadi segala sesuatunya itu harus dilaksanakan dengan tepat waktu. Begitu juga dengan pernikahannya. Yang namanya pengusaha itu, meeting telat semenit saja akan rugi miliaran rupiah. Itu sebabnya pernikahan ini dilaksanakan dengan segera mungkin. Bagi saudara-saudaranya Ocha, ini terkesan mendadak, tapi bagi kami ini tidak,” jawab Ibu mertuaku yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam kamarku. Bersyukurlah dia yang menjawab, karena jika aku yang jawab maka aku akan berbohong lagi dan lagi demi menutupi aibku da
Sikat na Kabanata