Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
Dia langsung melihat Kevin dengan tatapan campur aduk: sedikit kesal, sedikit bingung, tapi juga ada rasa ingin tahu yang nggak bisa dia sembunyikan.
“Kevin, apa-apaan sih kamu ini?” ujar Lidya, suaranya sedikit serak. Dia berusaha menarik tangannya, tapi genggaman Kevin cukup kuat, namun tetap lembut.
Kevin cuma tersenyum kecil. Senyum yang kini tanpa ada sedikitpun niat terselubung. Dari balik selimut biru itu, ia mengeluarkan sesuatu yang membuat Lidya terpana. Seekor anjing kecil berbulu halus, Mini Pom berwarna krem, mirip bola kapas berjalan yang hidup. Anjing itu lucu banget, langsung menggoyang-goyangkan ekornya dengan riang, menjilati jari-jari Kevin seolah minta perhatian.
Sikat na Kabanata