Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantu Sampah Itu Adalah Lord Tertinggi

Menantu Sampah Itu Adalah Lord Tertinggi

Bastian berharap di kehidupan mereka selanjutnya, mereka menjadi pribadi yang lebih baik! Kemudian, dia memanggil beberapa kaki tangannya untuk membersihkan area ini, meminta mereka untuk tidak meninggalkan bukti apa pun walau setitik debu. Sementara itu, saat Dilan kembali menikmati waktunya dengan bersepeda dan berkeliling, dia tiba-tiba mendapatkan sebuah panggilan. Ketika dia membuka ponselnya, itu berasal dari nomor tidak dikenal. Dilan mengerutkan keningnya sebelum akhirnya memutuskan untuk mengangkat panggilan itu.
8.437.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Bocilnya Mas Duda

Bocilnya Mas Duda

"Hhhh... Dasar Duda Cabul!" ***
2.9K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
BIDADARI YANG HILANG

BIDADARI YANG HILANG

sahut Della. "Iya, nih. Anak tiga, tapi badan bagus dan tetap kecil. Kasih rahasianya, dong!" timpal Anggita. Aku membiarkan Allea mengobrol dengan teman-temannya. Mungkin saja dia rindu karena memang lama tidak pernah bertemu. Aku pun bergabung dengan teman-teman yang lain. "Ren, itu Allea?" tanya Gideon yang merupakan sahabat baikku di kantor.
4.9K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

Jawab Devan dengan senyuman. Ibu Asih pun langsung bergegas untuk membantu putrinya menyiapkan makan siang "Om Devan, Aku begitu sangat rindu sekali dengan ayah tapi aku tidak tahu bagaimana wajah Ayah yang sekarang, karena Ayah sampai detik ini tidak pernah datang pulang ke rumah. "Celoteh Aisyah membuat Devan merasa iba pada gadis kecil yang ada di hadapannya itu. Devan memang tahu tentang kisah hidup Alina Dia adalah seorang janda yang ditinggal selingkuh oleh suaminya, hingga sampai detik ini Alina memang tidak pernah tahu di mana keberadaan Raka.
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
BI-LA

BI-LA

“Ya ampun, rumah Bunda ditinggal bentar udah ramai aja. Cantik-cantik lagi yang dateng. Ini siapa aja?” Diar dan Lani langsung menyalami Bunda Nila, “Saya Diar Tan, ini Lani. Kami teman satu kantornya Nila.” Bunda mengangguk dan tersenyum, “Tolong sabar-sabarin ya satu kantor sama anak Bunda. Eh, ngomong-ngomong Nila mana?” Bita dan Kara cuma tersenyum tapi Bunda langsung tahu. “Anak itu, Biru tolong kamu bangunin Nila. Kalau gak mau, siram aja!”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Diam-Diam Jadi Madu

Diam-Diam Jadi Madu

Marahnya berapi-api. [ Hey. Dasar laki-laki bajingan, laknat, biadab. Apa yang kamu inginkan? Tidak puaskah kau menyiksa Mega, sampai orang tua pun mau kau siksa. Dimana hati nuranimu, dimana rasa kemanusiaanmu. Oh, iya aku lupa kau tak punya empati karna bukan manusia. Kau adalah iblis menyerupai manusia ] Tia mengoceh, tapi ocehannya malah di tertawakan dari sebrang telpon.
1012.7K viewsOngoingAdded to Library 468 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Bahagia Usai Ditalak

Bahagia Usai Ditalak

tanya pria tersebut. Wanita yang paling tua diantara mereka ini segera mengusap pipi yang terasa basah. Menggelengkan kepala sebagai jawaban, ia segera menjawab dengan sesekali sesegukan. "Ibu seneng, Dli. Air mata ini air mata bahagia, akhirnya kamu bisa liat lagi, Ibu terlampau seneng." Amanda yang baru konek dengan keadaan tersebut langsung merontah minta diturunkan. Nesa tidak menuruti permintaan putrinya, suara gadis kecil itu membuat keduanya jadi pusat perhatian.
7.384.1K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

“Aku banyak tau lah soal si Bayu. Dia cukup dekat dengan ibunya tapi orangtuanya udah cerai dan dia sekarang dengan bapaknya yang bukan hanya aku tau namanya. Aku malah tau nama itu sebetulnya singkatan karena nama aslinya panjang banget.“ “Tau dari mana?“ “Haloow, kami lama di Sumatera.“ “Jadi namanya...?“ “Da-li-man, itu singkatan dari Dalidu-lidaliman Patipu-tipatiman.“ “Ngaco lu!“ “Serius.“ “Bo’ong.“ “Serius.“ “Bo’ong ah, aku gak percaya!“ Lichelle gemas dan berusaha menjentik hidung BJ. Namun sebelum kena BJ menangkap telapak tangan gadis itu dan hal ini membuat keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat.
7.5K viewsCompletedAdded to Library 254 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Si empunya perut pun meringis. “Ampun, Bi. Ampun. Sakit tau!” ucap Deni seraya memegang perutnya. Bogeman Bia padahal tidak terlalu keras. Namun, entah kenapa Deni sampai kesakitan seperti itu. “Sakit apanya, orang pelan gitu kok,” jawab Bia santai, “kamu aja tuh yang lemah.” Bia tampak memanyunkan bibir mungilnya. Ia memang tak sungkan-sungkan memberikan bogeman atau jitakan kepada siapa saja yang membuatnya marah. Aku sendiri pun sering sekali dijitak olehnya, meskipun tidak terlalu keras.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Lelaki untuk Deline

Lelaki untuk Deline

"Banyak. Mereka sangat seksi dan gila!" Deline yang mendengar permulaan cerita itu pun tertawa kecil. Deline dikenal sebagai gadis yang tenang, tetapi apa jadinya julukan itu jika dirinya sudah didekatkan dengan Bryan? Keduanya tampak tak ragu-ragu untuk saling bertukar cerita, tawa, dan kesedihan. Rasa canggung dengan cepat hilang. "Kau mengerjai mereka? I mean, kudengar di sana sangat bebas."
103.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status