Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEMALAM DENGAN PREMAN

SEMALAM DENGAN PREMAN

Keduanya duduk di depan warung yang bertuliskan ‘buka 24 jam’ Warung ini seperti warteg, tapi tidak juga seperti warteg. Dipenuhi dengan lampu-lampu membuat sekeliling yang gelap terlihat terang. Terlihat nyaman untuk dinikmati di malam yang dingin ini, apalagi ditambah adanya penjual sate, jagung dan makanan yang dibakar lainnya, menambah kesan betah untuk siapa saja yang mampir. “Mau minum? Teh, susu, kopi atau—”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai pintu warung kayu
Baca
+Pustaka
Warungku Ditutup Jin

Warungku Ditutup Jin

Belum sempat mengutarakan maksud kedatanganku, Mbah Prapto langsung berbicara. "Warungmu sepi karena ada yang jahil, warungmu menghadap ke selatan 'kan? Warna cat temboknya putih dan di halaman ada pohon asem juga ada pohon mangga. Kalung istrimu ditukar sama ibunya sendiri dengan kalung yang lebih murah harganya," ucap laki-laki berkumis tipis dan memakai topi dibalik itu. Seketika aku langsung menoleh ke samping kanan di mana suami Mbak Erlin duduk.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai pintu warung kayu
Baca
+Pustaka
(Bukan) Gadis Matre sang Juragan

(Bukan) Gadis Matre sang Juragan

"Panjang ceritanya. Kita berhenti saja di warung pinggir jalan itu. Saya rasa, sudah waktunya kamu mengetahui semuanya." Bayu membelokkan mobil pada sebuah warung sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu. Di depan warung, ada papan kecil dengan tulisan tangan yang mempromosikan menu dagangan mereka. Ada beberapa macam menu sederhana yang tertulis di sana. Seperti nasi goreng, bakso urat, teh dan kopi panas istimewa. Untuk mempersingkat waktu mereka memesan dua mangkuk bakso dan dua teh hangat. Sembari menunggu pesanan datang, Bayu mulai bercerita. "Sekarang, dengarkan baik-baik," katanya, suaranya rendah, namun penuh penekanan. "Ini cerita yang mungkin akan mengubah cara kamu memandang sem
1022.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 743 kali sebagai pintu warung kayu
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem

Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem

Brak! Pintu utama restoran yang terbuat dari kayu jati kokoh tiba-tiba terbuka lebar dengan momentum kuat. Engsel-engselnya berdecit keras sebelum menabrak dinding di belakangnya, menciptakan suara benturan yang memekakkan telinga. Debu beterbangan di udara, dan semua mata di dalam restoran sontak tertuju ke arah pintu yang hancur.
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai pintu warung kayu
Baca
+Pustaka
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg BAB 03 "Assalamualaikum."ucap seorang laki-laki. Dan kami semua langsung menoleh kearah pintu. Ketika melihat pintu, semua orang menjawab sallam secara bersamaan. Disana berdiri seorang laki-laki, berwajah tampan dan bertubuh kekar. "Waalaikum sallam, ayo silahkan masuk Nak." Ucap Paman.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai pintu warung kayu
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Sang Pendosa

Cinta Untuk Sang Pendosa

Nicha mengambil palu tersebut dan segera berlari ke pintu di dekat dapur. Pintu tersebut hanya terbuat dari kayu jati yang di cat berwarna coklat tua mengkilat. Ia segera memukul gang pintu tersebut dengan segenap kekuatannya, ia juga menendang pintu hingga akhirnya pintu tersebut terbuka. Cahaya langsung masuk ke dalam rumah itu, mata Nicha berkaca-kaca setelah berhasil merasakan angin luar dengan bebasnya.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai pintu warung kayu
Baca
+Pustaka
5 games on

5 games on

Tercium aroma kayu bakar untuk menghangatkan ruangan berada di tungku perapian diikuti suara kaki berdecit berlantai kayu. Ruangan dengan beberapa sekat untuk kamar tidur dan kamar mandi pintu keluar terlihat di sebelah dapur lengkap dengan tungku api sedang memasak makanan di atas panci. Tidak terlihat orang berada di dalam rumah seakan penghuni rumah tahu akan kedatangan tamu yang hanya sekedar lewat. Pino menoleh ke tempat belajar yang dia datangi semalam beruntung Pino tidak berada di dekat Adir sekarang.
9.912.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai pintu warung kayu
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Lyxn
Selamat membaca kembali. Terimakasih sudah support untuk membaca novel ini. Bagi tahukan ke teman-teman kalian. Agar saya lebih semangat update setiap hari. Jika ada kritik dan saran mohon di ajukan saja. Mungkin saja bisa menjadi bahan ide cerita selanjutnya (〜^∇^)〜
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Camelia

Camelia

Dan garasi kosong itu kini ia manfaatkan menjadi warung nasi sederhana yang unik. Adiknya Saka, membantu mendekorasi warungnya dengan ornament yang berbahan dasar kayu dan bambu. Saka membuat warung mungil ini unik dan etnik. Meja dan kursi juga si buat dari bahan dasar kayu. Saka juga menambahkan dua buah bale-bale, bila ada pembeli yang ingin makan sambil duduk lesehan beramai-ramai. Ide Saka memang brilian. Warung yang tempatnya terbatas seperti ini, bisa ia sulap menjadi sangat menarik.
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 633 kali sebagai pintu warung kayu
Baca
+Pustaka
Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

Dia juga mengambil parutan dari alumunium yang sudah terlihat agak kusam karena sering dipakai. “Hati-hati nanti kena tangan,” ucap nenek, mencontohkan sedikit cara memarut. Gerakannya cepat dan terbiasa. Carmen memperhatikan dengan saksama. Dia lalu duduk di dipan kayu yang ada di dalam warung itu. Dipan itu tidak besar, tapi cukup untuk duduk satu atau dua orang. Kayunya sudah halus karena sering dipakai, namun di beberapa bagian mulai retak.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai pintu warung kayu
Baca
+Pustaka
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

“Baiklah. Kita mampir dulu.” Ia mengarahkan Ray ke sebuah warung kafe klasik yang pernah ia kunjungi sebelumnya bangunan sederhana dengan jendela kayu bercat merah yang mulai pudar. Aroma kopi hitam selalu tercium bahkan sebelum pintu dibuka. Bel kecil di atas pintu berbunyi ketika mereka masuk. Jay dan Ray langsung memilih duduk dan membuka menu yang dilaminasi plastik. Dimas berjalan lebih pelan, berhenti di dekat kasir.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai pintu warung kayu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status