Sekretarisku Jilbaber
Aku segera bangun dari tempat duduk dan menuju pintu, kupegang handle pintu, oh tidak aku harus mengetuknya dahulu.
Tok...tok .. tok ..
“Masuk”terdengar suara bariton itu dari dalam.
Kudorong handle pintu pelan-pelan, kira-kira ngucapin salam atau selamat siang ya?Pintu terbuka, kuedarkan pandang ke seluruh ruangan, ruangannya sangat luas dan juga rapi, ada perpustakaan mini di sebelah kiri ruangan.
Di dekat pintu masuk ada sofa mewah untuk menerima tamu dan sebuah televisi besar yang letaknya menghadap ke arah sofa.