Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

Seakan mereka tak akan pernah letih dan lelah, sekali pun nyawa mereka taruhannya,) "Now it was Yaselin's turn, who read poetry. please want," ucapku dengan tersenyum. (Sekarang giliran Yaselin, yang membaca puisi. Silahkan nak,) "Thank you sir, thank you my friends. I will read a poem, entitled Mother. Mother, thank you, because of you I was able to be born into this world. Because of you, I can feel the trills and harshness of life. Mom I promise, if I succeed later. I will make you happy," ucap Yesline dengan menitikan air matanya.
1015.0K viewsOngoingAdded to Library 463 Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

"Tapi hidup yang terjamin itu bukan hanya soal uang. Hidup yang terjamin itu soal hati yang tenang, soal dihargai, soal tidak dibohongi dan dikhianati." Aku berhenti sejenak, menatap mata mereka satu per satu. "Saya lebih baik jadi janda di desa ini, hidup sederhana tapi jujur dan tenang, daripada menjadi istri seorang dokter tapi terus-menerus disakiti dan dibohongi. Ibu-ibu dan Bapak-bapak, ada baiknya berdoa banyak-banyak agar nasib saya tidak alami anak-anak kalian, jangan lupa kalau anak-anak kalian juga berasal dari desa sepertiku!"
1024.5K viewsCompletedAdded to Library 563 Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

"Aku nggak berjuang saat mereka menekanku. Aku terus mengalah dan berkompromi, terlalu lembut pada orang yang menyakitiku. Aku begitu bodoh." "Baiklah, kalau ada kehidupan setelah ini, apa yang kamu inginkan?" "Aku ingin di kehidupan selanjutnya, aku hidup tanpa beban, bersih dan bebas. Benar-benar hidup untuk diriku sendiri." Tuhan berbisik lembut, "Semoga di kehidupanmu yang akan datang, kamu bisa lebih egois." Dengan cepat, masa lalu itu berputar di depan mataku seperti sebuah film. Aku sekilas menyaksikan seluruh hidupku, dan setelah putaran terakhir, semua gambar-gambar itu lenyap begitu saja.
8.0K viewsCompletedAdded to Library 198 Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
Aira's

Aira's

Terserat dalam jalang tak berujung dan Tenggelam di tengah lautan tak bertepi Dingin dan sunyinya malam selalu menyudutkan dalam tangis Manis pahitnya hidup membuatku bimbang dan resah Aku benar-benar terpuruk dalam keterpurukan yang panjang Kesedihan memenuhi setiap anganku Bait ketiga air mata Aira luruh tak terduga. Nyaris bersamaan dengan hati yang kepalang sakit mengingat setiap masa akan lara. Mungkin bagi manusia biasa puisi hanya sebagai siloka semata, tak bermakna apa-apa hanya sebagai retoris belaka. Pikiranku dipenuhi dengan awan mendung yang gelap Semakin lama semakin kuingin menjauh, pergi dan lari
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 597 Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.760.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
Aku Pemenang Dalam Hidupku

Aku Pemenang Dalam Hidupku

Sebagai pusat perhatian, senyuman Siska terlihat begitu bersinar. Caption di fotonya sederhana, tapi menyakitkan. [Kasih sayang itu tak perlu ditunggu]. Cahaya dari layar ponsel memantul di wajahku. Dadaku terasa hampa. Bukan marah, melainkan lelah. Aku hanya mengetik enam kata: [Selamat atas kelulusanmu, aku ikut bahagia]. Kemudian, aku baru saja hendak mematikan ponsel, tiba-tiba pintu terbuka keras.
12.5K viewsCompletedAdded to Library 437 Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat

Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat

"Selamat ulang tahun. Semoga seiring bergantinya tahun, kamu selalu diliputi kedamaian dan kebahagiaan." Aku mengusap air mataku, lalu mengangguk dengan mantap. "Terima kasih. Aku pasti akan bahagia!" Setelah semua badai dan gelombang besar itu berlalu, kini aku siap menyambut kehidupan yang baru.
9.0K viewsCompletedAdded to Library 271 Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

"Hasilnya pasti tak terhingga." ​Aku menatap laut lepas. Perjalanan 250 bab hidupku mungkin penuh dengan racun, pengkhianatan, dan darah. Namun pada akhirnya, di sinilah aku. Di tempat di mana aspal bertemu dengan samudera, di mana angka-angka tidak lagi menentukan harga diri, dan di mana madu yang aku berikan pada keluargaku adalah murni dari hati.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Tubuhku terbaring di lantai. Sementara itu, Tante berlutut di sampingku sambil terus mengusap kepalaku dan bergumam, "Anak baik, pergilah dengan tenang. Orang-orang ini nggak layak untuk kamu rindukan, nggak layak untuk kamu benci juga .... Karena mereka nggak pantas. Di kehidupan berikutnya, lahirlah di keluarga yang baik. Punya orang tua yang menyayangimu dan rumah tangga yang bahagia."
5.2K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

​Ia menoleh ke arah kita semua, tersenyum, lalu melangkah masuk ke dalam kemungkinan yang belum tertulis. ​Di belakangnya, dunia terus berputar. Bukan sebagai mesin yang dingin, melainkan sebagai lagu yang terus ditulis ulang oleh setiap tarikan napas manusia. Tidak ada kesedihan yang permanen, karena setiap duka bisa diubah menjadi bait puisi. Tidak ada kematian yang sia-sia, karena setiap nyawa meninggalkan warna pada Permadani yang Hidup.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as puisi 5 bait tentang kehidupan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status