Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Hening yang bukan kosong, melainkan penuh kehidupan. Arjuna akhirnya berhenti di depan pohon besar yang berlumut, menatap batangnya yang lebar. Di sana terukir tulisan kuno yang samar terbaca: “Sangkaning hirup kudu nyanghiyang rasa.” (Asal kehidupan harus bersandar pada rasa.)
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Langit dan dasar laut sama saja, ruang tanpa batas, penuh simbol yang terus menulis dirinya sendiri. Kata-kata adalah bentuk kehidupan di sini. Dan setiap kehidupan memiliki arti sampai seseorang berhenti mempercayainya. Kalimat itu tidak datang dari luar. Ia muncul di pikiranku seperti bisikan yang dikirim dari arah yang tak punya arah. Aku menoleh, dan di kejauhan, kulihat siluet seseorang, berdiri di dalam pusaran cahaya.
860 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Hati memiliki keinginan sekeras batu Seperti gunung menyimpan hutan lebat Langit menurunkan hujan berkabut Angin mengembuskan awan di langit biru Tali busur dan senar kecapi tidak bisa disamakan Seperti kipas di tengah angin musim gugur, terbaikan oleh suara seruling Dalam kehidupan ini, siapa yang bisa saling membalas kebaikan tanpa pamrih? Semoga di kehidupan mendatang aku menjadi lumpur musim semi Angsa liar berlalu tanpa jejak, namun angin tetap membawa rasa Mari lupakan takdir hidup mati kita di dunia.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

POV Bayu Arya Ah, harus dari mana kuceritakan hidupku yang tiada artinya ini. Selama bertahun-tahun ragaku hidup tetapi rasanya tidak bernyawa. Aku tidak tahu tujuan hidupku untuk apa. Aku hanya sendiri, tidak memiliki teman, tidak bisa berbagi apapun dengan siapapun. Apa yang harus kukatakan padamu, Lidia ....
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

"Bintang-bintang adalah harapan cinta kita, Kebahagiaan Agung Abadi, bersatu dalam kehidupan kita. Tanah Bahagia, Tanah Cinta, keajaibanku, keajaibanmu, keajaiban kita semua." Mendengar terjemahan puisi yang panjang dan puitis itu, ketiga gadis kecil itu mengangguk. Namun, ekspresi mereka agak kosong: sebagian besar kata-kata indah itu melayang-layang di atas kepala mereka tanpa benar-benar masuk ke dalam pemahaman.
626 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

suara Jihan gemetar. Biksu itu tersenyum tipis. "Kehidupan adalah sebuah lagu, Jihan. Selama lagunya masih dinyanyikan, penyanyinya tidak akan pernah benar-benar pergi." --- ### **Epilog Bab 51: Kebenaran yang Tersembunyi**
983 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

"Nyonya, ini kesempatan menunjukkan bahwa Anda punya nilai lebih, selain sekadar wajah baru." Akhirnya, Gita memilih membaca puisi yang pernah ia tulis sejak tinggal di desa. Sederhana, tapi tulus dari hati. Saat gilirannya tiba, ia melangkah ke depan. Suaranya lembut, tidak lantang, tapi setiap kata yang terucap membawa keheningan ke seluruh aula. "...dari tanah yang sederhana, aku melangkah ke tempat asing ini, bukan untuk merebut, tapi untuk bertahan. Jika hidup adalah ujian, biarkan hatiku menjadi jawabannya."
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Di antara desiran angin, suaranya tetap sejernih salju. "Tiara, hidupku sudah sempurna dengan kamu di sampingku." Suatu ketika, dia tersapu longsor salju yang langka terjadi dan terkubur di dalamnya, menghilang tanpa jejak. Aku memaksa perutku yang sedang hamil lima bulan dan tertatih-tatih menggalinya keluar dari tumpukan salju. Anakku terkubur dalam longsor itu, dan nyawaku juga hilang di sana.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Aku menutup pintu vila dan melangkah pergi. Dengan hanya 24 jam tersisa dalam hidupku, aku tidak punya tempat tujuan. Udara lembap bercampur asin dari laut menyapu wajahku. Aku menaiki feri menuju pulau kecil di seberang Teluk Aruna. Pusing semakin menjadi-jadi, pandanganku gelap bergelombang. Aku tahu waktuku tidak lama lagi. Sebelum kegelapan menelanku sepenuhnya, aku mengambil tas, mencari ponsel.
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ia adalah benih. Dan jika benih itu tumbuh, ia akan menjadi sesuatu — entah kata, entah senyum, entah kehidupan baru yang tak perlu aku lihat untuk tahu bahwa ia nyata. Teruslah menulis, Naira. Hidup di dunia ini terlalu singkat untuk menunggu bahagia. — Raka
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi 5 bait tentang kehidupan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status