Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai puisi bugis singkat
Baca
+Pustaka
Bahagia Usai Berpisah

Bahagia Usai Berpisah

ketus Fikri. Keluarga Fikri yang datang ada delapan orang. Masing-masing mereka membawa seserahan seperti peningset(kain jarik dan centing), tetel(makanan dari beras ketan yang dideplok dicampur dengan parutan kelapa), kue basah, dan buah-buahan. "Assalamu'alaikum," salam keluarga Fikri serempak. "Wa'alaikum salam," Bu Umi menyahut.
1046.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi bugis singkat
Baca
+Pustaka
Bahagia Setelah Berpisah

Bahagia Setelah Berpisah

Bahagia setelah Berpisah (POV Hanin) 🍁🍁🍁 Aku sedikit terkejut ketika merasa seseorang menepuk lenganku. Ku usap wajah dengan punggung tanganku cepat. "Bu ...," panggil Utara lirih. "Eh--iya, ada apa Nak? Maaf Ibu ngelamun tadi." jawabku.
1011.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 436 kali sebagai puisi bugis singkat
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

Abdi di sini menanti dikau datang Memeluk mawar bertabur darah Terlilit duri, menangisi dikau sang dayita Yang tak kunjung pulang. Kuhirup oksigen sebanyak-banyaknya. Entah mengapa tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Membayangkan sosok Kelam yang pergi dari kehidupanku di balik bait-bait puisi yang tengah kutulis berhasil memporak-porandakan perasaanku. Kugenggam erat bolpoin yang kupegang. Hingga suara intruksi sang juri membuatku segera bangkit dari tempat duduk. "Waktu habis! Puisi harap dikumpulkan kepada para juri! Kami ucapkan terima kasih untuk kalian semua peserta dari perwakilan masing-masing kelas. Selamat siang dan selamat beristirahat!"
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai puisi bugis singkat
Baca
+Pustaka
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi bugis singkat
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Si Semar datang Si Togog puyuh gumuyuh sangkan hewan sangkan mati ngaran talaga di cai sabulan meunang ngaherang dua mana ngalenggang tilu mana gumulung opat mangrupa, limana usik genep bulan kumuruloh tujuh bulan jaga nata dalapan bulan conggeang nu larang malik ka handap salapan bulan godebag godebag ka mata sare ao tandana rupana Si Risih Si Marangasih Si Rasah Si Manaranewa
9.8683.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.7K kali sebagai puisi bugis singkat
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai puisi bugis singkat
Baca
+Pustaka
I'm My Sister's Replacement Bride

I'm My Sister's Replacement Bride

Demi membunuh waktu Tak kulihat tanda kehadiranmu Yang semakin me yakiniku Kau tak datang Hampa kesal dan amarah Seluruhnya ada dibenakku Tandai seketika hati yang tak terbalas Oleh cintamu Kuingin marah melampiaskan Tapi kuhanyalah sendiri di sini Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada Bahwa hatiku kecewa (Hampa kesal) (Seluruhnya di benakku) Tandai seketika hati yang tak terbalas Oleh cintamu Kuingin marah melampiaskan Tapi kuhanyalah sendiri di sini Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada Bahwa hatiku kecewa (Kecewa by, Bunga citra lestari) Aku merasa terhibur namun sekaligus juga ingin menangis mendengar setiap isi syair yang anak itu nyanyikan, tak terasa hari mulai gelap hawa di
1022.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 862 kali sebagai puisi bugis singkat
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai puisi bugis singkat
Baca
+Pustaka
ASAL KAU BAHAGIA

ASAL KAU BAHAGIA

Rasa bahagia yang tercipta atas tempaan perjalanan cinta. TAMAT
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi bugis singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status