Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Ruang Luka “Apa yang membuat sebuah cerita abadi? Apakah tawa? Atau luka yang tak pernah sembuh?” 1. Cermin Duka Faris melangkah ke tengah Ruang Luka. Udara di sekitarnya seperti disusun dari isakan tangis dan napas tertahan. Cahaya redup, seolah semua lampu takut menyinari tempat ini. Setiap dinding dipenuhi potongan kalimat seperti luka yang belum kering:
2.6K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as puisi duka
Read
+Library
7 Sumpah

7 Sumpah

- 7 Sumpah - Takkan habis sejuta lagu Untuk menceritakan cantikmu 'Kan teramat panjang puisi 'Tuk menyuratkan cinta ini Telah habis sudah cinta ini Tak lagi tersisa untuk dunia Karena telah kuhabiskan Sisa cintaku hanya untukmu Aku pernah berfikir tentang Hidupku tanpa ada dirimu Dapatkah lebih indah dari Yang kujalani sampai kini? Aku selalu bermimpi tentang Indah hari tua bersamamu Tetap cantik rambut panjangmu Meskipun nanti tak hitam lagi Bila habis sudah waktu ini
9.96.1K viewsCompletedAdded to Library 242 Times as puisi duka
Read
+Library
Setelah Aku Mendua

Setelah Aku Mendua

Hingga kakinya terhantuk kaki meja. "Aduh," wanita itu memegang kakinya yang sakit. "Hati-hati dong, Lagian kamu emosi banget sih cuman cerita doang," komen Mona. "Aku kesal,Bu. Aku paling benci dengan laki-laki mata keranjang seperti itu. Gara-gara lelaki seperti itu, hidupku hancur. Ibuku tergoda dengan laki-laki mata keranjang, kakakku hamil karena tergoda dengan laki-laki seperti itu terus bibiku sampai tua dia tidak mau menikah karena dikhianati oleh pacarnya. Jadi kalau dengar soal seperti itu Bu, rasanya aku ingin mencakar," Dita mempraktekkan mencakar seseorang," menendang," selanjutnya dia pun praktekkan bagaimana menendang," lalu aku usap wajahnya pakai sambel biar kepedesan. Bahka
17.7K viewsOngoingAdded to Library 656 Times as puisi duka
Read
+Library
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Petir sesekali menyambar, menyinari sesaat siluet patung malaikat yang terukir di atas makam, memberi ilusi seakan sayap-sayap batu itu berkedut, ikut menangisi duka yang menggantung di udara. Satrio berdiri membeku di hadapan pusara, matanya sembab, wajahnya pucat, bibirnya gemetar tanpa kata. Tubuhnya basah kuyup, hujan menetes dari rambutnya, menyatu dengan air mata yang tak lagi dapat dibedakan. Jemarinya yang gemetar menyentuh permukaan batu nisan, jemari yang dulu menggenggam tangan Citra kini hanya memegang dingin dan kehampaan. Napasnya berat, terputus-putus, seolah dunia mengurungnya dalam kepompong rasa sakit yang tak terdefinisi. Bibirnya bergerak dalam isak yang hampir tak terden
2.0K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as puisi duka
Read
+Library
Noda Dalam Luka

Noda Dalam Luka

Dalam hatiku kamu ialah satu-satunya istriku, surga dalam hidupku yang pernah ada, selamat tinggal Lisnaku sayang. Dari: Mas Rudi. Tetes air mataku jatuh membasahi pipiku, selama aku membaca surat pemberian Mas Rudi. entah mengapa aku merasa sedih dan pilu, bukan kebahagiaan yang aku rasakan. *********** Sepanjang malam tidurku pun tidak nyenyak perasaan gelisah dan tidak tenang, saat memikirkan arti dari kata-kata dalam surat itu.
108.4K viewsOngoingAdded to Library 310 Times as puisi duka
Read
+Library
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

Hingga telunjuk sampai di ujung kertas kekuningan itu, ada sebuah tulisan dari pena yang jelas bukanlah catatan dari si pengarang puisi berjudul Purgatorium. Di sana, tampaklah tulisan kurus yang agak miring persis seperti tulisan seorang wanita yang kini terbaring di atas ubin sedingin tubuhnya. Catatan itu berkata, "Beberapa luka tak bisa disembuhkan. Beberapa bekas luka tak bisa hilang. Setiap melihat ke arahnya, itu justru membawa sengsara. Mengingatkan pada masa kebodohan tiada tara. Mungkin aku bisa menyembunyikan duka di balik kalvari, tapi yang kupilih adalah purgatori."
103.7K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as puisi duka
Read
+Library
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Orang-orang yang tadinya masih tersenyum kini mendadak terdiam, merasakan kesedihan yang menyusup begitu dalam melalui setiap petikan senar berdarah itu. Dan kemudian suara Dalia terdengar, melantunkan puisi ciptaannya. "Pernah mekar di awal semi, harum bagai meihua, dipuji, dipuja, diinginkan oleh dunia. Namun cahaya mentari perlahan pudar, tinggallah kelopak rapuh menanti senja. Hari-hari mencabut satu demi satu, permata berharga luruh dari genggamannya.
9.857.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi duka
Show Reviews (18)
Read
+Library
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Read All Reviews
Lembah Duka: Adu Domba sang Ibu Mertua

Lembah Duka: Adu Domba sang Ibu Mertua

"Maaf, Dira. Aku tidak bisa bersamamu lagi." Tidak ada perpisahan yang lebih menyakitkan daripada ditinggalkan begitu saja tanpa alasan yang pantas. Anindira meneguk winenya dalam satu kali tegukan, merasakan sensasi panas yang mengalir di tenggorokannya. Matanya menyala penuh dengan rasa sakit, kecewa dan juga dendam. Sekarang, dia kembali.
877 viewsCompletedAdded to Library 25 Times as puisi duka
Read
+Library
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Samar-samar aku seolah mendengar suara tulang yang retak, disusul oleh teriakan melengking seperti babi yang hendak disembelih. Chika menatap tidak percaya sambil memegangi dadanya dengan raut sedih. "Andi, kamu kenapa sih? Dia 'kan sudah bikin kita berdua hancur dan dipermalukan kayak gini. Kamu tahu nggak? Aku sampai keguguran gara-gara dia, dadaku sakit banget."
12.5K viewsCompletedAdded to Library 262 Times as puisi duka
Read
+Library
MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada David tahu itu adalah salah satu puisi milik Djoko Damono yang terkenal. Puisi yang diberikan untuk menyatakan rasa cinta dalam diam pada orang yang disukai. David meremas foto itu. Dadanya panas, mulai terbakar cemburu. Walau tahu bahwa itu adalah masa lalu.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as puisi duka
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status