Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Hero of My Life

The Hero of My Life

* Engkau Bapa yang mengasihiku … Tak Kau pandang bentuk dan rupaku Engkau mengasihiku dengan sepenuh hati … Tak pernah sama seperti dunia ini Engkau Bapa yang mengajariku … Melewati awan yang kelabu Kau buatku terbang bagaikan rajawali … Mengatasi segala pencobaan Kau Bapaku yang baik … Mengerti bahasa tetesan air mata Tak Kau biarkan 'ku berjalan sendirian … Sebab Kau Bapaku yang baik
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ayunina Sharlyn
thank you buat teman-teman yang membaca kisah manis dan penuh haru Lintang dan David. sampai tamat ya bacanya. moga dapat sesuatu yang baik dengan membaca cerita ini. terus semangat berkarya, berprestasi, di your best for your goodness
Damara_dini
Kakk.. aku author Damara_dini anak padepokan incess Alya.. baca blurbnya bagus kak.. mau masukin ke rak.. semoga jodoh ya sama novel Kakak.. aku kasih vote Dan Kakak vote balik ya.. moga bantu nyala bintang atau rating ya..
Baca Semua Ulasan
Salju Pertama di Incheon

Salju Pertama di Incheon

Pada senja yang membawamu pergi. Kini taman-taman menjadi kenangan. Mengulas satu per satu pertemuan. Di sebuah padang ilalang, Yang berhasil kujadikan puisi Lalu, kuhadiahkan padamu. Dan aku kembali. Ketanah-tanah yang pernah kita pijak. Bahkan, tanah-tanah yang mendekatkan kita. Hingga menjadi lekat. Sebelum akhirnya pergi jauh.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Baca
+Pustaka
Suamiku Berandalan Sekolah

Suamiku Berandalan Sekolah

Memulai membaca puisinya tanpa contekan, sambil menatapku begitu dalam. 'Langit itu Kamu Hamparan pasir putih Menembus batas waktu Aku terpaku pada angin berhembus Setiap kali, ku menyapa rasanya terenyuh Kamu adalah langit biru Tidak terhitung, aku melihatmu Betapa rindu, rasaku kepadamu Langit, tolong panggilkan dia untukku Aku tau, jika diriku tidak sebaik itu Tapi aku mohon, aku hanya ingin kamu
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

“Tidak ada yang bisa menghapus apa yang terjadi selama lima tahun ini. Tapi aku … aku ingin menebus semuanya. Aku tidak berharap kau langsung memaafkan. Aku hanya ingin mulai dari mana pun kau izinkan.” Nayara menatapnya dengan mata yang sudah terlalu sering menangis. “Kau bahkan tidak percaya ketika aku bilang aku hamil. Kau biarkan keluargamu menghinaku. Kau memaki anakmu sendiri bahkan tanpa memastikan kebenarannya. Kau sadar betapa hancurnya hidupku?”
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Baca
+Pustaka
Suamiku Mantan Preman

Suamiku Mantan Preman

"Biar ku pendek Tapi nyaman dipeluk Langkah ku kecil Mau di gandeng terus. Biar ku pendek Tapi paling sayang kamu Walau diri miniatur Tapi cinta ku tak terukur." Ujar ku bernyanyi, dia pun menutup telinga. "Sudah sudah, suaramu seperti burung berbicara. Nyaring sekali." Ujar nya, aku pun melangkah cepat melebihi diri nya. Biar saja aku nganbek, salah siapa jadi orang terlalu jahil. Ku rasakan tak ada yang mengikuti ku, ku balikan badan ternyata dia menghilang. Kemanakah dia?
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Baca
+Pustaka
Indra Keenam

Indra Keenam

kata Jack “Ayah hentikan lah hal itu, aku tidak ingin kau menghabiskan air matamu untukku saja, masih ada orang lain yang membutuhkan air matamu nanti. Jika kau menghabiskan semuanya untukku hari ini. Apakah kau tidak akan bisa lagi menangis untukku lagi meneteskan untuk orang lain yang kau kasihi?” “Tidak nak, aku sudah cukup hanya akan menyayangimu saja karena kau sudah menyesali semua perbuatanku.” “Jika meman ayah mengatakan hal itu, maka ayah harus berjanji tidak akan pernah sedih sedikitpun lagi. Aku akan mengingatnya ayah!” “Iya anakku sayang aku akan berjanji tidak akan pernah sedih lagi kedepannya. aku akan selalu mengingat puisi indahmu untuk menenangkan hatiku saat dalam keadaan
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Baca
+Pustaka
Istri Juragan Jagatnata (His by Law, Never by Love)

Istri Juragan Jagatnata (His by Law, Never by Love)

Membuka laci, mengeluarkan buku kecil lusuh yang dulu ia sembunyikan sejak pertama kali pindah ke rumah ini. Buku puisi. Tangan gemetarnya menyentuh halaman yang kusut. Ia membaca baris-baris puisi lama yang dulu ia tulis untuk mimpi yang kini terasa asing. Aku ingin menjadi seperti perempuan dalam lagu. Yang tidak perlu menyerah, meskipun jatuh berulang. Tetapi kini, aku menjadi bayangan dari diriku sendiri. Cintaku tertanam di tanah yang tidak menjanjikan musim semi.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Baca
+Pustaka
Diary Rain

Diary Rain

~Sesi Lagu~ Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan-tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu -Jikustik, Puisi- ~Sesi Lagu Berakhir~ Seketika tubuhku membeku. Pikiranku langsung melayang. Suara itu seperti berada tak jauh dari rumahku. Aku langsung menoleh ke arah jendela kamar. Segera aku berlari dan membukanya dengan tidak sabar.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai puisi indonesia tanah airku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status