Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Suara hewan malam bersahutan; jangkrik, tonggeret, kodok, burung hantu, burung gagak, seakan berlomba menghasilkan bunyi-bunyian yang mengundang angin untuk bertiup semilir, membuat pohon bambu saling beradu menghasilkan bunyi gemerisik yang membuat bulu-bulu roma meremang. Bintang malu-malu menampakan kelip cahayanya. Bulan sabit tertutup awan kelabu, menghalangi sebagian pendar cahayanya. Gelapnya malam itu, sama dengan rasa gelap yang dirasakan Narti.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Di malam hari, ketika desa sudah tertidur, Laras kembali menulis. Kali ini bukan novel, bukan cerita, tapi doa yang panjang. Ia menulis dengan tangan gemetar, tapi setiap hurufnya terasa hidup: “Untuk mereka yang telah selesai menjalani takdirnya. Untuk setiap jiwa yang tersesat namun menemukan jalannya pulang. Untuk cinta yang tidak pernah berhenti menjadi cahaya.” Begitu ia menulis kalimat terakhir, angin berhembus lembut lewat jendela, meniup kertas itu hingga terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Penantian Malam Pertama

Penantian Malam Pertama

"Mas, wajar, dong kalau aku masuk angin dan kembung. Kamu selalu menyerangku setiap malam. Dan itu tidak kamu lakukan hanya dengan sekali tempur. Minimal dua kali baru kamu bisa melepaskan aku. Gimana aku nggak masuk angin, coba." Siska memang menjawab pertanyaan Rendi, tetapi terdapat sindiran pedas yang berhasil menusuk langsung ke hati Miana. Dan Siska tahu kalau Miana terpengaruh dengan kata-katanya. Terlihat dari Miana yang memalingkan wajah saat pertempuran malam sedang dibahas. "Apa perlu aku membuatmu lemas sampai tiga kali setiap malam?" Rendi yang tahu arah tujuan Siska, dia menanggapi dan ikut memanasi Miana.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

Aku menghela napas kesal, merasa benar-benar terganggu dan aku tidak bsia tidur lagi sekarang. Ayolah, kemarin aku sudah tidak tidur, kemarin nya juga aku sudah tidak tidur, mengantuk sekali rasanya. Biasanya aku juga tidur siang-siang sih, tapi kan aku juga malam butuh tidur. Hari ini masa aku tidak tidur lagi sih? Begadang mendengarkan suara teriakan itu gitu?"
1017.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Gumam Ethan penuh kebencian. *** Kamar di mana Orlena dikurung bagaikan burung yang di sangkar tampak gelap. Sang burung memilih meringkuk di atas ranjang dengan tatapan yang begitu sedih. Suara tetasan hujan yang beradu di jendela kaca menjadi alunan musik yang didengar Orlena.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Devil (Indonesia)

Devil (Indonesia)

Nadja... Nadja... Jendela kamar dengan tirai bergerak kencang tertiup angin, deruan angin bercampur suara berat yang selalu menghantui malamku. Nadja... Nadja... Aku terduduk di kasur berseprei warna abu-abu, memandang nyalang ke sekeliling. Dia lagi ... pantas ia bisa menghantuiku bahkan di saat kutidur.
1038.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Part 15 Keesokan harinya, Elora terbangun dengan kepala yang berat dan perasaan campur aduk. Cahaya pagi yang masuk melalui jendela kecil ruangan tempat ia tidur terasa begitu asing. Matanya terpejam beberapa saat, mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Segera, ingatan itu kembali—momen yang hangat, yang penuh dengan ketegangan dan perasaan yang tak terucapkan. Dan di balik semuanya, ada satu hal yang mengganggu pikirannya: apa arti dari malam itu?
910 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Namun aku tak mau terlalu lama dijajah oleh rasa pilu Karena rasa itu telah menghancurkan harapan ini Aku telah didera oleh dinginnya angin malam Bait kelima Aira sadar. Bahwa dirinya tak pernah berhenti mengeluh dalam dinginnya semilir angin malam. Dirinya terlalu miris, tak berhenti menangis. Yang menusuk ragaku Aku dilanda ketakutan kegelapan yang mencekam Kini aku benar-benar merasakan pahitnya hidup
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

"Sopo sing arep milu karo aku. Ngrasake semilire angin, nengisor wit teduh. Sukmo-sukmo sing raiso bali menyang awake. Reneo dadi abdi kawulo. Urip salawase karo aku, tak dadekno pameswari lan dadio dayang-dayangku. Menungso-menungso licik, moro gur njaluk pesugihan. Malah gelem ngganti jiwa suci, mung kanggo bondho sing ora bakal digowo mati. He manungsa, atimu luwih kejem tinimbang setan."
1065.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Miliarder Tampan Itu Jodohku!

di situ tertulis sebuah puisi, Engkau laksana bulir embun pagi, menyejukkan, setelah jiwa beradu dengan malam yang kelam. Engkau laksana temaram bulan, mendamaikan, seusai perjalanan panjang tanpa arahan tujuan. Engkau laksana angin yang bergerak perlahan, meneduhkan, sesudah perang melawan ketidak pastian. Ijinkan aku untuk masuk ke dalam bilikmu.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status