Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TULPA

TULPA

*** "Resah, atmaku bergejolak tak berirama, Mendobrak kerang, membentur cakrawala, Meliuk ke sana-kemari tak bertujuan, Mencoba mencari jawaban di luasnya buana. Kepak sayap tak berkesudah Lelah menjajah waktu dan alam Namun semuanya terasa hampa Di mana dikau wahai, Tuan? Abdi di sini menanti dikau datang Memeluk mawar bertabur darah Terlilit duri, menangisi dikau sang dayita Yang tak kunjung pulang."
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

H anya ini cara buktikan kalau aku bukan dia E nyahkan segala untuk sebuah ambisi dan asa N antikan waktu yang tepat tuk bersama D engan segala kesakitan berbalut bahagia R intik hujan pun tak sanggup hilangkan rasa A ku inginkan kamu melebihi dunia dan seisinya Gerimis di bumiku, 1 Agustus 2022' Dyra menarik napas dalam setelah menuliskan puisi yang tersusun dari nama sang pria dan mengunggahnya di lama media sosial. Sungguh, rasanya seperti banyak bebatuan berguguran yang hilangkan sesak dada. Walaupun pria di sana mungkin tidak pernah tahu isi hati yang sebenarnya. Setidaknya rasa di hati telah tersampaikan di tempat yang memberikan banyak manfaat ilmu literasi. "Baiknya sekarang tidur. T
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Istri Status Pembantu

Istri Status Pembantu

Netra hitamnya berbinar penuh antusias, bagai seorang Ibu yang siap mendengarkan cerita menakjubkan dalam hidup putrinya. Dengan segenap lara, kukisahkan apa pun tanpa terlewatkan. Segala kemalangan, aib, amarah, hingga duka yang menamparku mundur dan menyerah. *** Gemuruh disertai petir yang menyambar-nyambar langit, membuatku kian kesakitan. Bunyi hujan seakan ingin merobohkan genteng lorong Rumah Sakit. Malam yang gulita semakin mencekam.
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

--- Tubuh sebagai Jeritan Kael meledakkan bara di dadanya, membuat darah api keluar dalam semburan. Ia meraih Rynor, menariknya lebih dekat, lalu menempelkan rantainya ke pedang cahaya itu. Cahaya emas dan bara merah-hitam menyatu, memekik, memuntahkan suara yang bukan kata. Itu bukan huruf. Bukan kalimat. Itu hanya jeritan—jeritan yang tidak bisa dituliskan, karena ia tidak punya bentuk. Jeritan itu menghantam mulut kosmos.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

Hujan malam itu turun seperti amukan langit, memukul atap seng rumah-rumah reyot di Desa Lembah Senja. Angin menderu membawa aroma tanah basah, bercampur dengan bau anyir yang tak jelas dari mana asalnya. Langit kelam, seolah menutup rapat cahaya bulan. Di tengah hiruk-pikuk hujan, sebuah jeritan memecah malam.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
SUAMI PENGGANTI Untuk Wanita Islami

SUAMI PENGGANTI Untuk Wanita Islami

gumam Alvan lirih, membiarkan malam menjadi satu-satunya saksi atas keresahan yang merambat di hatinya. Mobil berbelok tajam, menciptakan decitan nyaring yang memecah kesunyian malam, seperti jeritan besi yang enggan menyerah pada takdir. Jalanan yang basah memantulkan cahaya lampu kota yang redup, seolah menatap mereka dengan mata muram, menyimpan rahasia yang belum terungkap.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA JURAGAN TUA

JERAT CINTA JURAGAN TUA

Hujan di bulan ini, seolah menari-nari dari atas langit. Gemuruh petir yang sesekali terdengar, bagai denting piano yang mengalunkan sajak duka. Alma mengusap air mata yang tak sengaja jatuh dari netra sendunya. Sejauh ini perjalanan takdir membawanya pada muara luka yang seolah tak ada tepiannya. "Melamun, Nduk? Kenapa nggak dimakan singkongnya?"
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Malam ini... Cahaya rembulan menemaniku ...Mengungkap wajahnya... Di balik tabir hati Yang selalu ku samarkan Perlahan... Ku uraikan perasaan yang terpendam Mengalirkan cerita pada sang maha cinta Tentang dia Yang hadirnya tersimpan indah Dalam rajutan jiwa Gemerlapnya bintang-bintang Hanya nampak di malam hari
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

"Menjerit dan menangis, pilu dan derita Merintih dan berdoa di manapun berada” Suara Matari membius penonton di hadapannya. Semua terdiam. Matari memberikan isyarat pada penonton dengan jelas agar Kak Citra mulai membacakan puisi Kahlil Gibran. "Wahai langit tanyakan pada-nya mengapa dia menciptakan sekeping hati ini… begitu rapuh dan mudah terluka…
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Obsesi Cinta Pemain Wanita

Obsesi Cinta Pemain Wanita

Agar tak terlunta-lunta dalam kesendirian, walau malam menghujam kegelapan. Mayja mengusap ibu jarinya pada secarik kertas yang tadi ditulis oleh Rasel. Ternyata tulisan Rasel tadi adalah puisi ini. Meski sempat bingung mengapa Rasel tiba-tiba membuatkannya puisi, kira-kira makna apakah yang ingin disampaikan Rasel lewat puisi ini?
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status