Susahnya Jadi Mas Joko
“Aku duduk di boncengan belakang, dia menarik gas, kami pun ngebut di jalan raya. Wadidaw.., rasanya jantungku tertinggal di belakang, Mas! Apalagi, apalagi.., waktu dia ngerem mendadak, hemm, susuku, maaf, dadaku menempel di punggungnya, aduh! Sekali lagi, dia ngerem lagi, aduh! Seru aja gitu.”
“Kami kemudian berhenti di tepi sungai Sri Inderapura, menikmati jagung bakar sambil memandangi sunset yang terpantul di riak air sungai. Duh, romantisnya. Mas Joko, sepertinya aku mulai luluh. Aku tidak sanggup menolak lagi ketika Mas Tentara itu menyatakan cintanya.”
“Kami jadian, Mas! Kami jadian! Kami sudah resmi berpacaran. Kamu tahu apa artinya itu? Aku ini adalah kekasih seorang prajurit! Huuu
Bab Populer