Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

Dian menolehkan kepalanya dan tersenyum "Jelas. Kak Andra dan Kak Dimas hebat. Aku mau punya banyak piala seperti Kak Andra", jawab Dian tulus. "Lihat Kak, aku menggambar tadi sambil nunggu Kak Andra", kata Dian menunjukkan gambar pemandangan yang biasa digambar anak SD, tetapi terlihat berbeda karena di gambar itu ada keluarga yang lengkap sedang berbahagia di sebuah taman. Andra memperhatikan gambar itu membuat suasana hatinya semakin sendu.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai puisi karya ws rendra
Baca
+Pustaka
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Aira kemudian duduk dengan tenang di meja makan, diikuti oleh Jati. "Nasi rendang!" seru Aira antusias sesaat setelah membuka tutup kotak nasi. "Iya, aku tidak sengaja melewati restoran Indonesia. Seingatku, kamu suka nasi Padang," tutur Jati. Aira tersenyum tipis. "Seandainya perhatian semacam ini Kak Jati berikan saat kita menikah dulu," gumamnya. "Aku juga sangat menyesal, Ra. Seandainya kamu bersedia memberiku kesempatan kedua, aku bersumpah tidak akan menyia-nyiakannya," kata Jati bersungguh-sungguh.
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 515 kali sebagai puisi karya ws rendra
Baca
+Pustaka
PELAYAN KESAYANGAN MAFIA PEWARIS

PELAYAN KESAYANGAN MAFIA PEWARIS

Bangunan itu tampak indah, tetapi sebenarnya tidak kuat. Kaum wanita cenderung lebih menyukai puisi yang halus dan anggun. Raihana mengambil puisi-puisi yang diberikan seorang gadis. la dengan santai melihat dan melihat karakter untuk angin sepoi-sepoi, asap tipis, dan karakter-karakter lain yang senada. la dengan ceroboh membolak-baliknya sebelum menyerahkannya kepada Dinda di sisinya yang lain, "Menurutku semua gadis ini memiliki keterampilan sastra, tetapi aku tidak terampil dalam hal puisi."
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai puisi karya ws rendra
Baca
+Pustaka
Asisten Suamiku yang Perkasa

Asisten Suamiku yang Perkasa

"Wartawan idealis ternyata. Kalau kau tidak tertarik dengan uang, kau pasti tetap tertarik dengan nyawa istri dan anakmu kan?" Rendra makin membelalak mendengarnya. "Apa? Apa lagi maksudmu? Jangan macam-macam pada istri dan anakku!" Wira langsung membuka ponselnya yang berisi foto istri Rendra. "Istrimu masih tidur dengan nyenyak, tapi aku khawatir dia tidak akan bangun lagi kalau kau tidak mau bekerja sama."
10125.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai puisi karya ws rendra
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Es merah delima
Selalu menanti karya mommykai..dari Lucas Mahendra & Rania uda aku baca 4x sampai cerita yg ini, suka karakter Leo & Elisa. Signature cerita mommykai itu cowo dominan & cewe pasif. Aku suka cara author tulis bahasa 18+ vulgar, detail, variatif. Terus berkarya ya mommykai..
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman. judulnya "Di antara suamiku dan sahabatnya: Rahasia di balik kehamilanku." Premis: ttg istri yang kesepian karena suami dingin workaholic lalu datang sahabat suami yang pengertian
Baca Semua Ulasan
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun berkata layaknya puisi. "Wah Kenzo, aku tidak menyangka, sajak puisimu begitu menyentuh jiwa." ejek Leon sambil tertawa. "Jaga dia, dia gadis yang baik. Jangan pernah sakiti dan kecewakan dia, bahkan sampai membuatnya menangis," kata Kenzo sambil mwmbaca bukunya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai puisi karya ws rendra
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Menantu yang Dianggap Parasit

Bangkitnya Menantu yang Dianggap Parasit

gertak Rendra “Aku tidak menghancurkan Bu Ambar ataupun dirimu, Mas Rendra, aku hanya mengambil apa yang menjadi hak ku, yaitu RSC, Mery Gold dan rumah mewah yang kamu tempati selama 20 tahun ini, semuanya itu adalah milikku,”suara Maya terdengar tegas “Aku tahu, Maya, tapi 20 tahun ini, Aji Darmawan dan aku yang membuat RSC besar dan berjaya,”sarkas Rendra
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai puisi karya ws rendra
Baca
+Pustaka
Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

Semua kecurigaan yang selama ini kurasakan kini terasa lebih nyata, lebih menakutkan. "Intinya, Pak Rendra itu memang seorang Casanova," Wulan mengakhiri ceritanya. "Persis seperti dugaanku atas dirinya. Kamu jika ingin mempertahankan istrimu, maka jangan sampai kehilangan cintanya. Kamu harus lebih hebat dan lebih segalanya dari Pak Rendra..."
1033.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi karya ws rendra
Baca
+Pustaka
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

"Hmmm, mengapa aku selalu merindukannya? Namanya selalu bertahta di dalam hati dan pikiranku. Di tengah kegalauannya, Raidi menulis puisi untuk teman lamanya itu. SAJAK SANG KEKASIH Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai puisi karya ws rendra
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Akan tetapi, Ginos selalu punya cara untuk membuatnya semakin membencinya! Malam itu, Wenny mengiriminya pesan. Awalnya, Wennya mengirim beberapa foto. [Barang-barangmu dan si anak haram terlalu makan tempat, jadi aku membuangnya, Ginos juga setuju!] [Oh ya, aku sengaja merebut kuota si anak haram, Nana tidak suka main piano.] [Aku juga meminta Nana untuk menggunting boneka itu, barang-barang orang mati terlalu sial!]
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai puisi karya ws rendra
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Dirindukan

Istri Yang Tidak Dirindukan

Las Vegas 21 Desember 2016 Reynold Arnoldi tidak suka mendengarkan helaan mual berulang ulang yang terdengar keras di ruangan berlapis marmer halus itu. Sungguh ini adalah beban yang tidak menyenangkan baginya. Perutnya bergejolak dan kepalanya terasa seperti dihantam. Tapi tidak mungkin juga ia melarikan diri lewat pintu yang memanggil manggil menuju kebebasan di luar sana. Pandangannya kembali ke arah bayangannya sendiri yang sedikit pucat di cermin. Arnoldi mematikan kran air dan memeras handuk. Ia memaksakan ekspresi simpati di wajahnya dan siap menghadapi apa yang akan terjadi. “Hai, Cantik,” panggilnya sambil mendekati makhluk menyedihkan yang setengah bersandar pada dinding sambil me
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi karya ws rendra
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status