Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

Langit di Negeri Langit tampak seolah-olah dilukis oleh tangan dewa. Awan-awan putih lembut melayang di bawah cakrawala emas, memantulkan cahaya matahari yang berpendar-pendar seperti kristal. Pohon-pohon surgawi yang menjulang tinggi, dengan daun-daun bercahaya biru dan perak, berdesir perlahan di tengah angin Qi yang mengalir tanpa henti. Energi Qi di Negeri Langit tidak seperti di dunia fana—ia tampak hidup, memancar dalam bentuk aliran warna-warni yang bisa dilihat dan dirasakan oleh siapa pun yang berdiri di sana.
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi langit
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

“Sebenarnya, ini merupakan keberuntungan yang datang dari langit, aku yakin itu. Langit masih mengizinkan kalau kebenaran berdiri di atas negeri ini, maka dari itulah kau diizinkan untuk mencurinya dariku.” Sekarang Yang Feng malah mendongeng, membicarakan hal-hal yang sulit dicerna oleh kepala Long Wei. Pencurian dibenarkan langit? Bahkan dia yang sejak lahir menjadi bajak laut pun tak pernah berpikiran sejauh itu. “Kenapa begitu?” Yang Feng sengaja memancing rasa penasaran dan menambah rasa kebingungan Long Wei. Tanpa sadar Long Wei terpancing pula. “Kenapa?”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as puisi langit
Read
+Library
Jejak Pedang di Langit

Jejak Pedang di Langit

Tertulis di sana, dalam aksara kuno yang jarang ditemui: "Jejak Pedang di Langit: Kekuatan yang dapat memecah cakrawala dan mengguncang langit." Liang Feng terdiam. Kata-kata itu seakan menggetarkan jiwanya. Nama "Jejak Pedang di Langit" adalah legenda yang hanya dikenal dalam cerita-cerita orang tua. Konon, pedang yang menguasai teknik ini memiliki kemampuan untuk mengubah takdir. Pedang itu, jika ditemukan oleh tangan yang tepat, bisa membelah langit dan memanggil badai.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as puisi langit
Read
+Library
Legenda Raja Pendekar

Legenda Raja Pendekar

Aku mengarungi samudera darah Akulah sang pengembara Melenggang ke Barat, Meluruk ke Timur, Merangsak ke Utara, Merantau ke Selatan, Kan kuremas matahari di telapak tanganku Kan kupecahkan wajah rembulan Dengan Syair Penakluk Langit, Tak ada lawan, Tak ada tandingan, Ilmu dari segala ilmu. Jiu Long melihat di kejauhan bayangan putih melenggang santai. Hanya sekejap kemudian suara syair dan bayangan itu lenyap dari pandangan. Ia menatap bayangan itu dengan mata mendelong. Jiu Long berkata perlahan. "Kenapa Sepuh tak memberi kesempatan aku memberi hormat?"
1044.1K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi langit
Show Reviews (28)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Read All Reviews
Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Miliarder Tampan Itu Jodohku!

di situ tertulis sebuah puisi, Engkau laksana bulir embun pagi, menyejukkan, setelah jiwa beradu dengan malam yang kelam. Engkau laksana temaram bulan, mendamaikan, seusai perjalanan panjang tanpa arahan tujuan. Engkau laksana angin yang bergerak perlahan, meneduhkan, sesudah perang melawan ketidak pastian. Ijinkan aku untuk masuk ke dalam bilikmu.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as puisi langit
Read
+Library
PEDANG TIGA ELEMEN

PEDANG TIGA ELEMEN

Dia tampak asik sendiri dengan tatapannya yang kosong. Guru Li mengulas senyum tipis. Sepasang tungkainya melaju mendekat sekitar satu meter dari jarak punggung pemuda di hadapannya itu. "Langit tampak murung. Sepertinya sinar bintang sedang menggodanya untuk tersenyum. Namun langit tak punya hati dan indera perasa. Dewa sudah merenggut semua itu darinya sejak lama. Karena para Dewa cemas, kalau langit akan menghasut manusia untuk memujanya." Guru Li menggunakan sebuah kiasan untuk membuka percakapan dengan muridnya itu.
1043.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi langit
Read
+Library
Istri Muda Pilihan Langit

Istri Muda Pilihan Langit

Langit tersentak, "Astagfirulloh...Allahu Akbar..nu leres, Mang? Yang bener?" Kali ini Bi Asih angkat bicara, "Leres, Aa. Bener, bibi yang anter ke bidannya juga. Udah gede sekarang masuk 13 minggu." "Ya Allah..Robbiiii," Langit frustasi menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Kinan mengusap punggung tegap itu perlahan, mencoba menenangkan dan mentransfer energi lebih karena ia tahu ini berat untuk Langit.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as puisi langit
Read
+Library
Bintang untuk Langit

Bintang untuk Langit

Benarkah ini Langit yang dikenalnya, Langit yang biasanya bersikap ramah dan bertutur kata baik, kini melontarkan kalimat yang mampu membuat bulu kuduk Cheryl meremang. Langit tidak menghiraukan keberadaan Cheryl di sana. Ditatapnya langit yang bertabur bintang dengan senyum getir di wajah. 'Bintang sudah ingkar pada langit, hingga akhirnya langit harus pergi dan menghilang dari pandangan, mendatangkan awan hitam, agar langit tidak pernah melihat bintang lagi, atau rasa sakit ini, akan terus menggerogoti hati.'
104.2K viewsCompletedAdded to Library 154 Times as puisi langit
Read
+Library
Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

Rencana apa yang kira-kira bisa membuat Langit mau menerima dirinya dan melihat ke arah dirinya? Aku mengagumi pagi dan kamu mendamba senja. Kita, dua beda yang di pisahkan gemuruh siang dan aku masih berusaha bersamamu di amin amin sepertiga malam. Kiranya ada kata yang tepat, seperti itulah untuk menggambarkan Arra dan Langit.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as puisi langit
Read
+Library
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

Saat langit di atas gua bawah tanah mulai meratap dengan kilatan petir yang mematikan, Liang Xiao tahu bahwa ia tidak punya pilihan selain menghadapi Kesengsaraan Surgawi ini secara langsung. Energi menindas yang terpancar dari awan hitam itu begitu kuat, seolah olah langit sendiri menentang keberadaannya, menentang terobosannya yang terlalu cepat dan terlalu mencengangkan. Liang Xun, sisa jiwanya yang kini tampak samar, hanya bisa mengamati dengan cemas.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as puisi langit
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status