Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

seolah -olah kalimat Langit tak lebih dari angin lalu. Langit menahan nafas. Tenggorokannya kering. Pada akhirnya, ia hanya bisa menjadi pecundang yang tak bisa beranjak dari masa lalu.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as puisi langit
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Fajar pertama di langit Omni-Nuranipura tidak datang seperti matahari biasa. Ia lahir pelan dari ribuan kalimat yang semalam berhasil bertahan. Dari halaman-halaman yang tidak jadi ditutup. Dari file yang tidak jadi dihapus. Dari puisi yang akhirnya mendapatkan bait ketiganya. Dari surat yang memilih lanjut ke paragraf terakhir.
902 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as puisi langit
Read
+Library
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

Angin di ketinggian sepuluh ribu kaki bukan lagi sekadar udara yang bergerak. Itu adalah pisau es yang tak kasat mata, menyayat kulit siapa pun yang berani menembus awan. Di punggung Wyvern berkepala dua yang terbang membelah langit malam, keheningan terasa lebih berat daripada gravitasi. Aksara Linggar duduk bersandar pada leher naga semu itu. Matanya terpejam, wajahnya pucat pasi seperti kertas.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as puisi langit
Read
+Library
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

“Aku hanya tidak ingin langit menentukan hidupku tanpa aku bicara.” Shangkara menatapnya. “Langit menulis takdir, tapi aku bisa mengubah arah angin.” Cailin tersenyum. “Kalau langit menulis takdirku, aku ingin menulis satu baris di antara bintang-bintang itu.” “Lihat,” kata Shangkara pelan, menunjuk keluar jendela. “Langit di atas istana dan langit di atas Kuil Bulan adalah langit yang sama.”
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 350 Times as puisi langit
Read
+Library
Tanda Pemberontak Langit

Tanda Pemberontak Langit

​Setelah apa yang terasa seperti ribuan tahun di dalam kekacauan dimensional, Ji Yun tiba di Alam Langit. ​Alam Langit adalah pemandangan kemegahan dan tekanan yang tak terbayangkan. Langit di sini berwarna keemasan, dipenuhi awan spiritual padat yang bergerak perlahan. Istana-istana megah yang terbuat dari batu giok putih melayang di antara awan, memancarkan aura Abadi Sejati yang agung. ​Namun, udara terasa sangat berat. Ji Yun segera merasakan tekanan Qi yang besar membebani Jiwa Baru Lahir-nya.
858 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as puisi langit
Read
+Library
Diary Langit

Diary Langit

Jawab Arun sambil tersenyum. “Ok maaf, aku hanya kasihan saja padamu, tapi Thanks ya.” “Hahaha....., it's okey . Iya sama-sama,” jawab Arun. Mobil melaju menyusuri Jalan Diponegoro. Melewati Museum Geologi dan Radio RRI. Malam menyelimuti Kota Bandung. Separuh langit tertutup awan. Sisanya dihiasi kerlipan bintang-bintang berpadu dengan gemerlap lampu kota. Bandung yang memesona.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as puisi langit
Read
+Library
DiaLangit

DiaLangit

Dari dalam hati kau takkan terganti sampai nanti aku mati Dari dalam hati kau takkan terganti Suasana semakin hening kala Langit membuka suara tetapi tak kunjung dilanjutkan. Deg-degan. Mungkin itu yang saat ini tengah menggambarkan bagaimana kondisi penghuni kelas X IPS 2. Mereka semua deg-degan dan menerka-nerka apa yang akan disampaikan oleh Langit kepada Eriska. Saking deg-degannya, mereka semua tak sadar jika sedari tadi ada suara lagu yang mengalun indah menjadi backsound momen antara Langit dan Eriska.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as puisi langit
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Ia merasa seakan duduk di tengah dewan para penyair, dukun, petani, dan pencari kebenaran yang telah lama diabaikan sejarah. "Madrasah Langit bukan milikku," katanya pelan. "Ia seperti hujan: jatuh di mana-mana, dan membasahi siapa pun yang bersedia membuka jendela. Apa yang kalian bawa hari ini, adalah bagian dari langit itu."
3.3K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as puisi langit
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.1K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as puisi langit
Read
+Library
Terbangun: Ingatan Yang Hilang

Terbangun: Ingatan Yang Hilang

“Huft... El jangan mengada-ada kau lihat kan sepanjang perjalanan ini kita tidak melihat sesuatu apapun di langit? Palingan ya cuman burung dan itu bukan sesuatu yang wah, kalau kita hoki ya mungkin ada naga di langit tapi sangat jarang sekali, apalagi daratan langit.” “Aku tau tapi ini bunyi pesannya “Menjauhlah kalian... wilayahku adalah langit... melindungi adalah tujuanku...” dan aku tidak bisa mengartikan semuanya” “Coba mana sini, keliatannya kau perlu belajar lagi ya El...”
1.9K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as puisi langit
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status