Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Kedamaian yang baru saja mereka raih di tanah itu kini terasa jauh, sebuah ingatan yang mungkin akan menjadi sumber kekuatan di masa-masa sulit nanti. Hanya ada laut yang tak berujung di sekeliling mereka, hamparan biru gelap yang luas dan misterius. Kabut semakin tebal, menelan kapal, membuat dunia terasa sempit, hanya ada mereka bertiga di tengah samudra yang tak berbatas. Wu Teng merasakan denyutan Pilarnya, sebuah sensasi yang kini tidak hanya terasa di dalam dirinya, tetapi seolah menyatu dengan riaknya laut, beresonansi dengan kegelapan yang menanti di kejauhan.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as puisi lautan
Read
+Library
Side the Away

Side the Away

Orang-orang bernyanyi mengelilingi api unggun diselingi tawa riang seolah kehidupan berat tidak pernah ada. Laura menendang pasir sepanjang perjalanan menyusuri tepi pantai. Cahaya bulan menerangi lautan berwarna hitam pekat. Gulungan ombak serta aroma laut yang khas memberi ketenangan tersendiri. Laura menghentikan langkahnya kemudian merentangkan tangannya lebar-lebar ke arah laut. Dia memejamkan mata meresapi suasana pantai yang dipenuhi keindahan alam. "Lala, apa kau tidak bisa memilih?" tanya Mario.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as puisi lautan
Read
+Library
Angin Danau Ladi Membawa Kepergianku

Angin Danau Ladi Membawa Kepergianku

Pada hari ulang tahunku yang ke-20, seperti biasa aku berteriak ke arah ruang tamu, “Kak Peter, Kak John, Calvin, hari ini aku sudah berusia dua puluh tahun.” “Kalian pernah bilang akan menemaniku merayakan setiap ulang tahunku.” Namun, yang menjawabku tetaplah keheningan. Di atas sofa, duduk tiga boneka kecil. Kak Peter, Kak John dan juga Calvin, teman masa kecilku. Mereka membuka mata, seperti di setiap malam yang telah berlalu, menemaniku dalam diam. Barulah aku teringat. Mereka sudah tidak menginginkanku lagi. Saat berusia sepuluh tahun, aku didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Kak Peter membawa pulang Bella dari panti asuhan. Katanya, dia adalah adik yang cocok menjadi donor ginjalku d
1.2K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as puisi lautan
Read
+Library
Aku ingin Bercerai, Tuan Duke Arogan!

Aku ingin Bercerai, Tuan Duke Arogan!

Liora menatap kosong pada ombak yang menghantam batu karang besar di bawah tebing, menciptakan buih-buih putih yang pecah seketika di bawah kepungan angin semenanjung yang menderu. Ia kemudian menghela napas kasar, membiarkan uap tipis menguar dari bibirnya yang kelu karena udara pantai yang menggigit. "Bisa-bisanya aku ada di sini sekarang. Ini benar-benar gila," gerutunya pelan dengan nada suara yang sarat akan frustrasi.
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 395 Times as puisi lautan
Read
+Library
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

Tapi ia tak punya pilihan untuk mengeluh. Dengan perlahan, ia bangkit dari lantai dan berjalan terpincang ke dapur mungil di sudut kontrakannya. Lampu dapur remang, suara tetesan air dari kran yang bocor terdengar seperti irama kesepian. Nayara membuka termos kecil, memeriksa apakah masih ada air panas untuk menyeduh teh. “Alhamdulillah, masih ada,” gumamnya, tersenyum lelah. Ia menyeduh segelas teh manis hangat, lalu kembali duduk di dekat kasur Reyhan.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as puisi lautan
Read
+Library
Pernikahan Yang Sempurna

Pernikahan Yang Sempurna

Menyingkirkan kedua tirai dan berdiri di hadapan jendela besar yang terbuka. Hana dapat melihat biru gelap lautan luas yang terbentang di bawah sana. Debur ombak yang datang menyapu pasir putih dan pepohonan kelapa yang tinggi itu bergoyang pelan tertiup angin laut. "Tidak mungkin.." Hana mengangkat tangannya, menutup setengah mulutnya yang terbuka, "Ini..." "Kamu sudah bangun permata ku?"
1012.9K viewsCompletedAdded to Library 490 Times as puisi lautan
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
916 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as puisi lautan
Read
+Library
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

POV Balancer (Masih 1000 tahun yang lalu) Badai mereda, lautan kembali tenang. Hanya ombak kecil yang kadang menyapa sambil sedikit menggoyangkan kapal kami. Angin berhembus dengan desahan ringan yang memanjakan kulit, terasa lembut hingga beberapa kru kapal terlihat mulai mengantuk. Aku berdiri di sisi kapal sambil melihat air laut yang begitu bening. Ikan-ikan berenang dengan riang di bawah kapal kami, seakan menyambut dan mengarak kapal untuk sampai ke tempat tujuan. Bukan hanya ikan kecil yang aku lihat tapi ikan besar sejenis lumb-lumba pun berenang anggun di sisi kapal.
1016.8K viewsCompletedAdded to Library 589 Times as puisi lautan
Show Reviews (42)
Read
+Library
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Read All Reviews
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

Dia sering melamun, akankan keadaan seperti ini berlangsung terus menerus tanpa ada akhirnya, Hanya air mata yang keluar jika Rere memikirkan keadaan yang saat ini di alamainya. Dalam kesedihan perasaan yang tidak di ungkapkan, Rere mengurangi beban hati dan perasaannya dengan menulis atau denngan bicaara sendiri sepanjang jalan sambil naik sepeda bila pulang kerja, Juna tidak tahu kalau sekarang ini Rere sedang bingung akan hutang yang telah di tanggung oleh Juna dan Rere.
108.5K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as puisi lautan
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Bukan air, melainkan sebuah substansi yang berkilauan seperti tinta perak yang disebut "The Sea of Unspoken Words" Lautan ini adalah tempat penampungan bagi semua perasaan yang terlalu besar untuk dibahasakan, semua cinta yang hanya berani berdiam di tatapan, dan semua permohonan maaf yang terlambat disampaikan. "Nara!" teriak salah satu Chroniclers, seorang pemuda bernama Kaelan, yang memegang gulungan kanvas cahaya. "Lautan ini meluap! Memorinya terlalu berat!"
1.0K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as puisi lautan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status