Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

Xuan Li berdiri di atas lautan tanpa batas, tubuhnya dikelilingi pusaran arus yang mengikuti setiap hembusan napasnya. Mata birunya yang semula tenang kini berkilauan dengan pantulan ombak yang beriak di sekelilingnya. Laut ini bukan sekadar air, melainkan manifestasi dari kehendaknya sendiri. Namun, meski telah menyatu dengan arus, ujian belum berakhir.
9.860.5K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as puisi lautan
Read
+Library
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Pantulan sang fajar membuat air laut berkilau dan menciptakan jejak cahaya yang memainkan tarian keindahan di permukaan ombak. “Bosan?” Lisa terkesiap mendengar suara bariton menyapa dan ia pun menoleh pada pria itu—tinggi dan tegap. Wajah rupawannya memenuhi pandangan Lisa meskipun lautan di sekitarnya terhampar luas. “Sabarlah, sebentar lagi akan ada kapal yang datang. Bagaimana tidurmu?’
1042.8K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as puisi lautan
Show Reviews (25)
Read
+Library
Sophia Setiawan
cerita yang luar biasa serta akhir yg bahagia dan selalu menginspirasi.. makasih kak Indy karya karyamu selalu the Best. dan selalu menunggu karya karyamu selanjutnya. tetap sehat, semangat dan selalu bahagia..
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Read All Reviews
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Cahaya gelap segera menyebar seperti tinta yang tumpah, mengaburkan segala yang ada di hadapannya. Ketika pandangannya kembali jernih, Ian mendapati dirinya berdiri di tengah lautan hitam yang tak terbatas, tempat di mana ombak kegelapan bergulung tanpa henti. Lautan itu hidup, bernapas dengan irama kematian—setiap gelombangnya adalah nafas terakhir, setiap riaknya adalah bisikan perpisahan.
1043.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as puisi lautan
Read
+Library
Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Nasya tak paham dengan sikap Anjas tetapi dia juga tidak melawan. "Lihat." Anjas menunjuk ke arah semak di antara pepohonan di malam hari, semak yang dihiasi dengan kunang-kunang yang bercahaya emas. "Pecinta alam akan sangat suka dengan pemandangan ini. Aku sudah sering melihatnya, tapi kebanyakan orang-orang yang bisa menikmati pemandangan ini hanya ada di desa, tidak di kota. Kunang-kunang sudah mulai punah dan sangat jarang ditemukan di kota seperti ini." Anjas yang menangkap satu kunang-kunang lalu diberikan kepada Nasya.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 119 Times as puisi lautan
Read
+Library
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

Energi itu tidak sekadar menyebar, melainkan mengalir bagaikan samudra tanpa batas, menutupi langit bintang demi bintang. Dalam hitungan napas, wilayah Puncak Surgawi dan seluruh kawasan sekitarnya terselimuti lautan emas yang tak terhingga. Cahaya itu menelan horizon, membungkus udara, menutup cahaya bintang, dan bahkan membuat garis cakrawala menghilang. Apa pun yang terlihat oleh mata kini hanyalah lautan emas yang beriak lembut, namun mengandung tekanan yang tak terlukiskan.
9230.6K viewsOngoingAdded to Library 6.2K Times as puisi lautan
Show Reviews (107)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Pepohonan kelapa berdiri anggun, melambai pelan tertiup angin, seolah menyambut siapa pun yang datang dengan cerita - entah itu luka, pelarian, atau cinta yang terpendam. Laut di sekitarnya tenang, dengan warna biru kehijauan yang jernih, memantulkan cahaya mentari pagi yang mulai mengintip di balik ufuk. Burung-burung laut beterbangan rendah, melintasi ombak, seperti menyertai perjalanan mereka dengan iringan yang tak kasat mata.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as puisi lautan
Read
+Library
Bara Dendam Sagara

Bara Dendam Sagara

Ia adalah bayangan, jejak tak kasat mata di atas dunia yang penuh mata. Angin pagi mengusik dedaunan, membawa bisikan lautan dan juga, entah mengapa, bisikan Larisa. Wajah tunangannya yang cantik, tawanya, janji-janji yang tak sempat terpenuhi. Amarah kembali berdesir, tetapi kali ini, ia bukan badai. Ia adalah arus yang dikendalikan. Medali Pusaka Cakra Laut Selatan di dadanya berdenyut dingin, menenangkan. Itu mengingatkannya akan sumpah dan gurunya, Ki Jatmika: Kau bukan ombak penghancur, kau adalah arus yang mengikat.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as puisi lautan
Read
+Library
WANITA PENAKLUK SAMUDRA

WANITA PENAKLUK SAMUDRA

"Dia... dia bersamamu." Mala hanya mengangguk pelan. Ya, dia bersamaku. Setiap napas air adalah dia. Setiap gelombang adalah sentuhannya. Ia menatap ke laut lepas, ke cakrawala yang kini membentang luas, bebas dari uap hitam Houtman. "Harganya... sangat besar," Mala akhirnya berkata, suaranya pelan, seperti bisikan ombak. "Tapi Houtman tidak akan kembali. Racunnya sudah diserap lautan."
10658 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as puisi lautan
Read
+Library
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

“Aku tidak takut pada gelap, karena saat ini aku berada dalam lautan cahaya. Hangat dan bahagia bersamamu. Aku tidak yakin akan ada gelap yang bisa mengalahkanku.” Hide tertawa pelan. “Lautan cahaya? Apa itu? Sejak kapan kau punya perumpamaan aneh?” “Aku menjadi puitis karena terlalu merindukanmu.” Ayu menjawab dengan manja, lalu kembali berbaring dan memeluk Hide. “Kita akan pulang bersama setelah ini,” kata Hide. “Ya, dan sekarang saatnya kau menceritakan apa yang terjadi. Aku ingin tahu, dan aku akan baik-baik saja.”
1020.5K viewsCompletedAdded to Library 737 Times as puisi lautan
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
109.0K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as puisi lautan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status