Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terpaksa Menikah dengan Bos Mafia Billionaire

Terpaksa Menikah dengan Bos Mafia Billionaire

POV Grayson Udara malam di Liguria menusuk paru-paru seperti belati dingin. Bau garam laut bercampur dengan aroma tanah basah hutan pinus. Aku menempelkan punggung ke batu tebing, tubuhku basah oleh percikan ombak ketika kapal selam perlahan menjauh ke balik kegelapan.
812.6K viewsCompletedAdded to Library 263 Times as puisi lautan
Read
+Library
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Pantulan sang fajar membuat air laut berkilau dan menciptakan jejak cahaya yang memainkan tarian keindahan di permukaan ombak. “Bosan?” Lisa terkesiap mendengar suara bariton menyapa dan ia pun menoleh pada pria itu—tinggi dan tegap. Wajah rupawannya memenuhi pandangan Lisa meskipun lautan di sekitarnya terhampar luas. “Sabarlah, sebentar lagi akan ada kapal yang datang. Bagaimana tidurmu?’
1042.4K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as puisi lautan
Show Reviews (25)
Read
+Library
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Nuwairatun Imamah
huuu seru bgt kak baru baca salah 1 novelnya yg ini rasanya udah deg deg ser tiap sesinya ada aja pkoknya yg bikin sedih seneng ketawa skaligus ngakak, ditunggu update nya lg ya kak secepetnya sih klo bisa hehee aq smpe maraton bacanya(gila sehari smlm maraton ngabisin koin yg gak sedikit pula haha)
Read All Reviews
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Cahaya gelap segera menyebar seperti tinta yang tumpah, mengaburkan segala yang ada di hadapannya. Ketika pandangannya kembali jernih, Ian mendapati dirinya berdiri di tengah lautan hitam yang tak terbatas, tempat di mana ombak kegelapan bergulung tanpa henti. Lautan itu hidup, bernapas dengan irama kematian—setiap gelombangnya adalah nafas terakhir, setiap riaknya adalah bisikan perpisahan.
1042.9K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as puisi lautan
Read
+Library
Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Nasya tak paham dengan sikap Anjas tetapi dia juga tidak melawan. "Lihat." Anjas menunjuk ke arah semak di antara pepohonan di malam hari, semak yang dihiasi dengan kunang-kunang yang bercahaya emas. "Pecinta alam akan sangat suka dengan pemandangan ini. Aku sudah sering melihatnya, tapi kebanyakan orang-orang yang bisa menikmati pemandangan ini hanya ada di desa, tidak di kota. Kunang-kunang sudah mulai punah dan sangat jarang ditemukan di kota seperti ini." Anjas yang menangkap satu kunang-kunang lalu diberikan kepada Nasya.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as puisi lautan
Read
+Library
Istri yang Tak Kau Harapkan

Istri yang Tak Kau Harapkan

“Sayang, ayo, ikut ke atas. Ada yang mau aku tunjukin ke kamu.” Penasaran dengan apa yang membuat istrinya jadi antusias, Kai membiarkan tubuhnya ditarik oleh Kristal ke lantai dua. Sesampainya di kamar, Kristal mengeluarkan isi dari paper bag-nya dan memperlihatkan isinya satu per satu. “Aku beli bikini baru buat lusa kita ke Lombok,” cerita Kristal dengan semangat. Ia mengambil bikini berwarna peach yang paling ia suka dari semua yang ia beli, kemudian menempelkan bikini itu di tubuhnya. “Gimana? Bagus nggak?”
105.3K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as puisi lautan
Read
+Library
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

Energi itu tidak sekadar menyebar, melainkan mengalir bagaikan samudra tanpa batas, menutupi langit bintang demi bintang. Dalam hitungan napas, wilayah Puncak Surgawi dan seluruh kawasan sekitarnya terselimuti lautan emas yang tak terhingga. Cahaya itu menelan horizon, membungkus udara, menutup cahaya bintang, dan bahkan membuat garis cakrawala menghilang. Apa pun yang terlihat oleh mata kini hanyalah lautan emas yang beriak lembut, namun mengandung tekanan yang tak terlukiskan.
9223.5K viewsOngoingAdded to Library 6.0K Times as puisi lautan
Show Reviews (106)
Read
+Library
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Pepohonan kelapa berdiri anggun, melambai pelan tertiup angin, seolah menyambut siapa pun yang datang dengan cerita - entah itu luka, pelarian, atau cinta yang terpendam. Laut di sekitarnya tenang, dengan warna biru kehijauan yang jernih, memantulkan cahaya mentari pagi yang mulai mengintip di balik ufuk. Burung-burung laut beterbangan rendah, melintasi ombak, seperti menyertai perjalanan mereka dengan iringan yang tak kasat mata.
10986 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as puisi lautan
Read
+Library
Bara Dendam Sagara

Bara Dendam Sagara

Ia adalah bayangan, jejak tak kasat mata di atas dunia yang penuh mata. Angin pagi mengusik dedaunan, membawa bisikan lautan dan juga, entah mengapa, bisikan Larisa. Wajah tunangannya yang cantik, tawanya, janji-janji yang tak sempat terpenuhi. Amarah kembali berdesir, tetapi kali ini, ia bukan badai. Ia adalah arus yang dikendalikan. Medali Pusaka Cakra Laut Selatan di dadanya berdenyut dingin, menenangkan. Itu mengingatkannya akan sumpah dan gurunya, Ki Jatmika: Kau bukan ombak penghancur, kau adalah arus yang mengikat.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as puisi lautan
Read
+Library
WANITA PENAKLUK SAMUDRA

WANITA PENAKLUK SAMUDRA

"Dia... dia bersamamu." Mala hanya mengangguk pelan. Ya, dia bersamaku. Setiap napas air adalah dia. Setiap gelombang adalah sentuhannya. Ia menatap ke laut lepas, ke cakrawala yang kini membentang luas, bebas dari uap hitam Houtman. "Harganya... sangat besar," Mala akhirnya berkata, suaranya pelan, seperti bisikan ombak. "Tapi Houtman tidak akan kembali. Racunnya sudah diserap lautan."
10557 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as puisi lautan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status