تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Kartu ucapan itu berisi sebuah puisi. [ Kepada: Naomi. ] [ Aku telah melintasi gunung dan menyusuri sungai. ] [ Aku juga pernah mengalami banyak hal dan melihat perubahan dunia. ] [ Sekarang, kamu adalah gunung dan sungaiku. ] Begitu membaca puisi itu, semua orang pasti tahu bahwa itu adalah puisi cinta. Jika Caden sudah memastikan Naomi adalah wanita yang dicarinya selama ini, mungkin saja dia akan mengejar Naomi dengan penuh semangat.
9.5995.3K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 20.9K مرة ضمن puisi nadin amizah
عرض التقييمات (176)
قراءة
+مكتبة
Tiuri
suka dg cerita nya bikin nangis bikin senyum thor keren.. tdk seperti novel lain yg kebanyakan cerita tentang sex melulu ngeri dan membosankan... kl ini tentang kehidupan ada perkelahian ada, ada persaudaraan dan cinta keluarga yg besar.. sukaaa .. thoor nanti bikin cerita model gini lg yaa............
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
قراءة كل التقييمات
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

bisiknya. Setelah makan selesai, Aruna kembali terlelap. Glen tetap duduk di sisi ranjang, tidak ingin kehilangan satu detik pun dari keberadaan perempuan itu. Ia mengeluarkan buku kecil dari tasnya—buku puisi yang ditemukan oleh asisten rumah saat membereskan apartemen. “Dari semua bait yang kau tulis, ini yang paling menyakitkan,” gumam Glen sambil membuka halaman dengan puisi berjudul "Aku Tidak Ingin Mati, Tapi Aku Lelah Hidup Sendiri.”
1.8K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 64 مرة ضمن puisi nadin amizah
قراءة
+مكتبة
Noda Dalam Semalam

Noda Dalam Semalam

Seruni membuka amplop itu dan matanya membelalak saat membaca isinya. “Ini peringatan pertama, jika kamu masih menolak orang-orang sekitarmu yang jadi korban.” Peringatan itu ditulis dengan ketikan rapi, bukan tulisan tangan, jadi sulit mencari siapa pengirimnya. “Saya sudah mencoba mencari sidik jadi siapa yang ada di sana, baik amplop maupun isinya, tapi saya hanya mendapati sidik jadi simbok, saya dan orang asing yang ternyata petugas paket yang mengirim. Sedangkan kertas di dalamnya sama sekali tidak ada sidik jari.”
1011.7K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 244 مرة ضمن puisi nadin amizah
قراءة
+مكتبة
Malam yang panas

Malam yang panas

"Kamu bebas sekarang. Dan aku bangga sama kamu." Sebulan kemudian, buku pertama Nadia resmi terbit. Judulnya: Langkah yang Tak Kembali. Buku itu berisi puisi, catatan perjalanan, dan refleksi dari semua momen penting dalam hidupnya—termasuk kisah cinta dan luka. Di acara peluncuran buku, Nadia membaca satu bagian yang membuat seluruh ruangan hening: Cinta bukan tentang siapa yang datang pertama, tapi siapa yang memilih tinggal saat badai datang. Bukan tentang siapa yang membuatmu terbang, tapi siapa yang tetap menggenggammu saat kamu jatuh.
103.4K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 78 مرة ضمن puisi nadin amizah
قراءة
+مكتبة
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Ria tertawa karena dia juga lupa kalau di sana ada kopi. "Makanya jawab yang benar kalau bunda tanya," serang Ria merasa ada kesempatan. Ia bahagia bisa menggoda putrinya. Aru melenguh sebal. Ia mencari posisi duduk yang nyaman sambil mulutnya semakin manyun. "Ada teman baru. Nirmala dan Swastamita." "Eh? Swasta...?" potong Ria. Lidahnya kesusahan mengeja. Tapi nama itu menggelitik di telinganya.
1.4K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 39 مرة ضمن puisi nadin amizah
قراءة
+مكتبة
AKUN PALSU CALON SUAMI

AKUN PALSU CALON SUAMI

Dinda berteriak dengan cukup nyaring, matanya membeliak sempurna, begitupun dengan dadanya tiba-tiba naik turun secara tidak teratur. Amarah Dinda benar-benar telah berada di puncaknya. Dia begitu muak sekaligus marah, ketika melihat wajah Nadin yang tampak begitu polos, padahal tersimpan beribu kebusukan di dalamnya. "Ma-maafkan saya, Bu. Saya sungguh menyesal," ucap Nadin seraya menunduk dalam. "Bawa semua berkas-berkas itu dan perbaiki hari ini juga!"
5.0K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 104 مرة ضمن puisi nadin amizah
قراءة
+مكتبة
Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Mataku membelalak sempurna saat membaca teks yang dikirim oleh Nadia, sahabat kentalku. Mashen? Mashen siapa? Kenapa Nadia mengirimkan pesan ini kepadaku? Apa dia salah nomor? Baru saja aku ingin membalas, pesan itu telah dihapus. Tampak di layar bahwa janda beranak satu yang kerap kubawa main ke rumah, sedang mengetik. [Ri, maaf aku salah kirim 😅]
الفصول الرائجة
10119.7K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 4.7K مرة ضمن puisi nadin amizah
قراءة
+مكتبة
Suami Dingin Pilihan Ayah

Suami Dingin Pilihan Ayah

Datar dan dingin Abimana tanpa melirik lawan bicaranya. "Ih, amit-amit. Andai saya jatuh cinta sekalipun tidak akan sama kamu!" rutuk Nadia. Abimana menepikan mobilnya di sembarang tempat karena jarak rumah Nadia masih jauh di depan sana. "Hari ini saya kembali berbaik hati sama kamu. Jadi tolong jangan katakan amit-amit, saya tidak suka," tegurannya tanpa membentak.
1046.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 922 مرة ضمن puisi nadin amizah
قراءة
+مكتبة
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Entah berkah atau musibah? Amanda Siti Aura, biar keren gue panggil dia Siti. Dia teman sebangku gue dari kelas 10, dan ternyata kita harus sekelas lagi dan sebangku lagi di kelas 11. Padahal kerjaan sehari-hari kita adalah bacot bacotan, saling menghina, saling memaki, kagak ada akur-akurnya kek bawang merah dan bawang putih.
102.7K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 92 مرة ضمن puisi nadin amizah
قراءة
+مكتبة
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

Dalam kepercayaan masyarakat lokal Dewi sri adalah seorang dewi yang mendatangkan kemakmuran dan bisa disebut dewi permai untuk padi-padi yang menguning. Tak terasa, hari ini dia mampu menyelesaikan sebuah lukisannya. Malam sudah mengetuk tiap-tiap genteng rumahnya dengan hawa dingin. Studio yang sebelumnya terasa sepi kini ramai. Seakan-akan ruangan itu dipenuhi oleh para petani yang sedang bersenda gurau, sedangkan si gadis tersebut kini sakan pulang ke pangkuannya. "Rindu yang menguning siap untuk dipanen, digiling untuk dijadikannya butiran kangen yang meminta ditanak untuk menjadi temu karena rindu yang sudah menjamak"
102.4K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 48 مرة ضمن puisi nadin amizah
قراءة
+مكتبة
السابق
1
...
456789
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status