Air Mata Kerinduan
Namun, Jeff malah menenangkanku,
“Kak, area ini memang harus dipijat. Ditambah lagi ada sedikit penyumbatan di saluran ASI-mu, mungkin akan terasa sedikit sakit di awal. Kamu tahan sebentar….”
Jeff duduk di tepi ranjang.
Melihat matanya yang jernih dan nada bicaranya yang tulus, seketika aku merasa bingung.
Seolah-olah di antara kami berdua, hanya diriku yang berpikiran kotor.
Ini membuatku merasa sedikit malu.
Namun, aku hanya bisa pasrah menerima sentuhannya.
“Kak, sebenarnya kondisi penyumbatan saluran ASI-mu nggak terlalu buruk. Pasti akan lancar setelah dipijat beberapa kali.”
Hot Chapters