Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MENGASUH TUAN MUDA BRENGSEK!

MENGASUH TUAN MUDA BRENGSEK!

Kami masuk lagi ke dalam dengan musik yang makin keras dan suara teriakan dan keramaian semakin menambah pesta teman-teman Nick. Aku melihat seorang gadis dengan gaun super pendek berwarna merah duduk di atas sofa dengan dipangku seorang laki-laki, saat aku sempat melirik ke arahnya dia tersenyum miring padaku. "Kau mau ikut?" tawar Nick. Saat semua temannya memanggil kami untuk bergabung. Hanya permainan sederhana, yaitu meniup bola pingpong. Dengan banyak gelas diletakkan berderet sekitar lima gelas dan peserta meniup bola hingga gelas terakhir, dan permainan seperti ini bagiku adalah mudah.
1014.0K viewsOngoingAdded to Library 364 Times as puisi ping pong
Read
+Library
My Beloved Partner

My Beloved Partner

Puisi itu berbunyi: Di antara sejarah dan darah pahlawan, Ada degup yang tak bisa kuabaikan. Tak ada merah putih di dadaku selain wajahmu yang selalu tenang. Untukmu, guru berjas abu-abu… Pak Taka mengernyit. “Ini puisi... romantis?” Laras maju ke depan dengan cepat, “Itu... karya fiksi, Pak! Kami mau menunjukkan bahwa nasionalisme bisa disisipkan dalam bentuk rasa cinta!”
103.2K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as puisi ping pong
Read
+Library
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

‘Cinta yang di tanam pada kewajiban luhur akan tumbuh meskipun kejelitaan berubah jadi uban dan keperkasaan berubah jadi renta. Sembari Maha rapikan rambut Pulung, entah sejak kapan ponselnya berpindah tangan ke Pulung. “Teman mas pintar banget bikin puisinya.” “Dia paling jado, Yang. Semasa sekolah dulu tiap ikut lomba pasti menang terus.” “Aku lapar. Pengen di masakin indomie sama mas.” “Nggak mau turun ke bawah?”
1.518.5K viewsCompletedAdded to Library 611 Times as puisi ping pong
Read
+Library
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Canda tawa menghiasi perjalanan, perlahan matahari mulai tenggelam, tiga sosok memutuskan untuk berpisah dan melanjutkan perjalanan besok pagi, api unggun dinyalakan, daging kering dibakar, sambil menunggu daging matang An Hui menghibur cucunya dengan cara membacakan sebuah puisi. "Hidup seperti air mengalir!" "Jangan lengah atau berlebih!" "Angsa emas makan ikan!" "Dewi turun dari pelangi, menari-nari?" "Melangkah maju dan mundur!" "Tergantung pilihan!" "Langit bergemuruh memberikan semangat, bumi bergetar dalam diam, berteriak kepada dunia!" "Hore….! "Wah, puisi yang bagus!"
9.5454.9K viewsCompletedAdded to Library 9.1K Times as puisi ping pong
Show Reviews (59)
Read
+Library
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Read All Reviews
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

"Berburu ke Padang datar Jangan lupa bawa panah Jika kamu memang pintar Hewan apa yang hitam darah" begitu Bang Parlin berpantun teka-teki. "Jika hendak masuk kolam Jangan lupa pakai celana potong Jika hewan yang darahnya hitam Tidak salah lagi pasti' ikan sotong" Ucok menjawab. Aku jadi terhibur dengan percakapan mereka.
9.8582.4K viewsCompletedAdded to Library 16.3K Times as puisi ping pong
Show Reviews (66)
Read
+Library
Kiki Sulandari
Bang Parlin & Nia,,,.becandanya bikin ngakak......... Jadi disangka ada affair antara istri majikan & supirnya......... 2 orang saudara laki laki Nia aji mumpung,...bukannya kerja,malah mau porotin uang Parlin... Nia mau melahirkan ,Parlin panik...ada mobil pribadi,malah naik becak ke rumah sakit.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Read All Reviews
Kristal Jiwa Raja Naga

Kristal Jiwa Raja Naga

"Ketika hidup belum sempurna, namun lidah terlanjur menyembah surga. Bagaikan giok mentah yang menyimpan cahaya bintang. Arak dari kerajaan awan, phoenix pemimpi berteriak bangga dalam dada. Seperti burung bangau yang menemukan bunga persik abadi!" Zi Wu berjalan berputar bak pengantin muda yang tengah dimabuk ambisi menaklukan sang kecantikan. "Dalam cawan tanah liat bersemayam roh musim semi. Setiap tetes adalah air mata dewi yang bahagia. Keharuman mengalir seperti sungai di gunung Kunlun, membawa pesan dari kaisar langit yang tersenyum." "Ah Yin, tidakkah kau ingin membalas puisiku? Ayo kita bertanding puisi!" Zi Wu dengan sengaja menantang Yin Long. "Jenderal Naga Perak, mampukah kamu m
107.0K viewsOngoingAdded to Library 216 Times as puisi ping pong
Show Reviews (26)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Selamat datang buku terbaru saya ini. Mohon doanya supaya saya diberi kesempatan dan kemampuan untuk menyelesaikan buku ini hingga tuntas. Semoga siapa pun yang berkunjung ke mari juga diberi kesehatan dan rejeki yang berlimpah, aamiin ...
Read All Reviews
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Tetesan lendir bening itu melumasi paha bagian dalamnya secara merendahkan martabat seorang wanita penipu. Dibombardir berulang kali pada titik paling sensitif, mahasiswi penyebar hoaks itu kembali menjerit melengking memecah suara derit engsel meja. Tubuhnya bergetar dahsyat dihantam gelombang orgasme kedua yang seketika melumpuhkan seluruh sendi lutut penyangganya hingga nyaris ambruk ke lantai. -> Koreksi arsitektur: karena paragraf sebelumnya 2 kalimat, ini saya pecah jadi 3 kalimat. Dibombardir berulang kali pada titik paling sensitif, mahasiswi penyebar hoaks itu kembali menjerit melengking memecah suara derit engsel meja. Gelombang orgasme kedua langsung menghantam rahimnya tanpa bela
9.5K viewsOngoingAdded to Library 266 Times as puisi ping pong
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as puisi ping pong
Read
+Library
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Apakah benar namanya Rara, nama yang sama kudengar seperti didalam mimpiku. Rara nama gadis yang disebutkan oleh suara seorang perempuan di dalam kamar orang tua Mas Bayu di mimpiku, bila benar berarti suara yang kudengar dari dalam kamar orangtua Mas Bayu di dalam mimpiku itu adalah suara Ibu Mas Bayu yang sudah meninggal, karena dia berkata, “Rara putri kita satu-satunya Pah! Kamu tega mengorbankan putri kita satu-satunya Pah.” Suara seorang perempuan dari kamar orang tua Mas Bayu di dalam mimpiku itu terngiang-ngiang di telingaku.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as puisi ping pong
Read
+Library
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Kini, puisi-puisinya penuh laut, angin, pasir, dan perpisahan. Suatu pagi, ia membuka laptop dan mulai mengirimkan tulisannya ke media online kecil. Tak disangka, puisinya disukai pembaca. Satu demi satu dimuat. Bahkan ada yang ingin membukukannya. Hati Erica perlahan menemukan arah baru. Tanpa Ricardo. Tanpa rencana pernikahan yang gagal. Tapi dengan dirinya yang lebih kuat dan penuh harapan.. Suatu sore, saat matahari terbenam, ia duduk di atas batu karang, memandangi laut yang seolah menyimpan semua kesedihannya.
743 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as puisi ping pong
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status