Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUAMIKU CEO BUTA

SUAMIKU CEO BUTA

Aku diam saja, dia memperlakukanku seperti aku ini sudah lama ia kenal. Kita jalan, aku memeluk Ani erat. Jangan salahkan aku jika aku akan membawamu ke kehidupanku. "Rhoma, yang mana rumah kamu?" "Rumahku paling besar lantai 3." "Ah iya warna krem itu kah?" "Iya Ani." "Rumahmu besar, kenapa kamu tidak melawan ibu Erna tadi" "Biarkanlah. Aku akan membayarmu karna sudah mengantarku"
9.711.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

Masih ada masa depan yang suci menanti, mengapa musti membuat diri sendiri terpuruk seperti ini? Biarkan saja Sari dan Ajeng berkhianat! Masih ada Dik Uji, Dik Furi. Masih ada Ema, Mbak Kinan, Mas Wangi … Masih ada banyak orang yang sayang padaku dan anak-anak. Tak perlu membiarkan diri layu, kering lalu mati. Kalau perlu, bersemangat seperti Chairil Anwar, aku ingin hidup seribu tahun lagi. Iya, kan?
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
Mertua Benalu Di Rumahku

Mertua Benalu Di Rumahku

Bab 1 "Mas, kok rumah berantakan gini, sih?" keluhku pada Mas Dito yang sedang memainkan gawainya di teras rumah. Baru turun dari mobil, aku sudah menginjak mainan Kania–putri pertamaku bersama Mas Dito. Mainan Kania berserakan di mana-mana, begitu juga dengan daun pohon mangga dan pohon rambutan yang ada di depan rumah. Memang tadi pagi aku pergi kerja setelah Subuh, karena harus menjemput klien yang baru datang dari luar kota. Akan tetapi ada Bik Minah yang akan datang pagi dan pulang waktu sore yang akan mengurus rumah.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Aku pernah sederas hujan, terguyur harapan pahit yang kurangkai sendiri. Aku pernah sekeras guntur, berteriak meminta akhir pada angan yang kubangun sendiri. Aku pernah sekering embun, yang sekejap menguap dalam kenangan yang kuukir sendiri. ***** Ketika Kala masuk ke kamar, Lady sudah mengenakan baju tidurnya.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Foto itu menunjukkan Boni sedang memasak bubur di dapur, dengan tulisan, "Siapa bilang nggak ada pria baik di dunia ini? Dia nggak hanya mengajariku menyetir mobil Mercedes dengan satu tangan, tapi juga memasak bubur untukku saat aku lapar. Hm, harum sekali~" Aku mengaduk bubur itu dengan sendok sambi tersenyum pahit, tapi yang kurasakan hanya mual. "Buang saja, aku nggak mau makan." Raut wajah Boni langsung memuram. Dia menatapku tajam dan berkata, "Kamu kenapa lagi? Aku sudah repot-repot membawakannya dan kamu malah mau buang begitu saja?" "Kamu marah karena aku memindahkan kepemilikan rumah ke nama Sofie, 'kan? Aku tahu kamu kesal, tapi aku juga nggak melarangmu untuk tinggal di rumah itu
13.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

Meski merasa tak biasa, begitu membuka diri, ternyata dia merasa lebih lega, membagi kisah yang selama ini tersimpan saja dalam benaknya. "Memang kenapa kalau bukan Batak? Kan, sesama manusia, cuma beda suku aja. Umur juga bukan masalah. Abang juga enggak kelihatan setua itu, kok," kata Andi. Idris tak mampu menahan dirinya, untuk kembali mencuri pandang ke wajah Sondang, ketika nada lagu ‘Tak Ku Tahu Kan Hari Esok’, terdengar mengalun dari biola dan keyboard. Anak rambut Sondang di tepian dahinya, terlihat bergerak-gerak ditiup oleh AC yang terletak persis di atas mereka, membuat Idris merasa gemas dan ingin merapikannya.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
Old Fesbukers

Old Fesbukers

“Bagus, jadi anak Bunda akan baca puisi.” Bertahun-tahun kemudian, saat duduk di bangku kelas empat SD Sun kembali membaca puisi yang sama. Puisi itu adalah puisi karya Chairil Anwar. Berjudul Menyesal. Pada agustus 1995, tepat setahun setelah Sun belajar melafal puisi, Bunda mengantar Sun ke sekolah dasar karena sudah enam tahun waktu itu. Hingga dua tahun setelah itu Taman Kanak-kanak belum di buka di kota jadi anak-anak langsung masuk sekolah dasar begitu berusia enam tahun. Pada awal tahun ajaran baru, biasanya ibu-ibu berjubel membawa putra-putri mereka ke sekolah sebagai murid baru. Bunda sudah terkenal di kota itu karena namanya sering muncul sebagai penulis artikel di sebuah koran lo
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
One Day In Your Life

One Day In Your Life

Ketika Engkau tampak, aku seorang yang beriman. Tak ada sesuatupun yang kumiliki, kecuali yang Engkau anugerahkan. Apakah yang Engkau cari, dari hati dan wadahku? -Jalaludin Rumi, "Hanya Engkau"- *** Kutulis kisah ini untuk keabadianku. *** Kisah ini terinsipirasi dari kisah Anne Frank. Oh Anne, terima kasih Anne, untuk kisahmu yang luar biasa.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

--- # Kehidupan di Garis Kemiskinan Sementara itu, di sebuah gang sempit di pinggiran Jakarta, Adrian sedang berjuang dengan realita baru yang mencekik. Rumah peninggalan kakeknya lebih buruk dari yang ia bayangkan. Atapnya bocor di beberapa bagian, dan dindingnya lembap karena rembesan air tanah.
10804 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal

Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal

“Kalau ini yang kamu mau, maka kamu berhasil.” Setelah berkata demikian, dia tersenyum sinis, mengemasi barang-barangnya dan pindah ke rumah ibu mertuaku. Keesokan paginya, ibu mertua dan saudara iparku menggedor pintu rumahku.
19.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai puisi rumahku chairil anwar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status