Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Abang Ojek VS Ibu Polwan

Abang Ojek VS Ibu Polwan

# Rembulan di malam hari # Lelaki diam seribu kata # Hanya memandang hatinya luka. # Hatinya luka.. # Udara terasa berat # Karena asmara sesakkan dada # Ketika cinta terbentur dinding # Terbentur dinding # Bukalah pintu hatimu # Yang selalu membeku # Agar kulihat lagi rembulan di wajahmu # Jangan sembunyikan hatimu padaku. # Lelaki dan rembulan.. # Bersatu di malam angin sepoi-sepoi..
9.447.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi senyum dibalik luka
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Top Five vote 5/9/2023. 1.Produksidiperta 2.Agustian 3.Edy Suparman 4.Agustian Absyari 5.Awang Mulyadi. Terima kasih kk pmbaca utk votenya. Trrima kasih jg utk kk2 yg lain, yg tdk bisa sy tulis semua namanya di sini. Licin rejeki enteng jodoh sehat selalu dan dompetnya basah terusss.. amin.
Nia Ummi Hasan
baca novel burunan cinta Bu polwan ....kek nonton film ada debar2 kejutan, disetiap episode nya... tapi ada jengkelin SM Haikal ny yg lemot raih sinyal cinta nya olive... gue keplak tu kepala biar nyangkut sinyalnya
Baca Semua Ulasan
Di Balik Senyum Palsu

Di Balik Senyum Palsu

Devita yang menyadari hal tersebut sontak mengalihkan perhatian Susi dengan sedikit menutup pintu rumahnya. "Jadi ada perlu apa?" tanya Devita. "Ah ini, kulihat di atas motor mas Arman ada banyak sayur. Kalau boleh aku mau minta satu," ucap Susi. "Hah, astaga. Aku kira hanya suamiku yang tidak tahu diri. Ternyata masih ada yang lebih tidak tahu malu ketimbang suamiku," batin Devita. Matanya fokus memandang tangan Susi. Terlihat banyak sekali gelang emas di sana. Belum lagi yang ada di leher Susi. Ketimbang keluarga Devita, keluarga Susi terbilang lebih terjamin masalah ekonomi namun memang dasar jiwa-jiwa miskin sudah mendarah daging di dalam diri mereka. Jadi rasa malu merekapun sudah mati.
743 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi senyum dibalik luka
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Ruang Luka “Apa yang membuat sebuah cerita abadi? Apakah tawa? Atau luka yang tak pernah sembuh?” 1. Cermin Duka Faris melangkah ke tengah Ruang Luka. Udara di sekitarnya seperti disusun dari isakan tangis dan napas tertahan. Cahaya redup, seolah semua lampu takut menyinari tempat ini. Setiap dinding dipenuhi potongan kalimat seperti luka yang belum kering:
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi senyum dibalik luka
Baca
+Pustaka
Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Nasya yang masih menangis. "Berhentilah memikirkan itu Nasya, kamu tidak perlu memikirkan bagaimana Anjas menyakiti mu dan bagaimana kamu akan sembuh dari rasa sakit itu, tetapi ingatlah dan pikirkan ini, bagaimana kamu bisa bahagia dan melupakan luka itu, jika aku bisa menjadi alasan lukaku bisa hilang dan kamu bisa bahagia maka aku akan menjadi pria paling bahagia di dunia, aku sangat mencintai mu, Nasya." ***
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi senyum dibalik luka
Baca
+Pustaka
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

bentakku "Mas rela Dek. Jika itu bisa mengobati luka hati mu."ucapnya "Apa Mas pikir luka hati itu mudah untuk di sembuhkan! Apa Mas pikir aku ini pohon pisang yang tidak punya hati dan perasaan. Apa Mas pikir hati yang sudah hancur bisa di perbaiki dengan mudah."jawabku penuh emosi Mas Seno sujud di kaki ku.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi senyum dibalik luka
Baca
+Pustaka
Aster [Indonesia Ver.]

Aster [Indonesia Ver.]

“Sama-sama, makasih udah kasih kesempatan.” “Makasih udah bikin saya sadar.” “Soal?” “Bahwa apa yang menjadi luka di masa lalu, biarkan mengering bersama waktu.” “Puitis banget.” Langit mengecup kening Green cukup lama sembari terus mempertahankan senyum manisnya. “Kata penulis favorit saya.” “Kalau kata kamu?” “Terima kasih aja, udah.” “Gak ada yang lain?”
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi senyum dibalik luka
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Akan tetapi, saat hendak menuju ke luar pintu utama, Dito bertemu dengan Arimbi. "Sayang." kata Arimbi senang. Ia memeluk Dito dengan hati yang begitu gembira. Namun, ekspresi Dito sangat bertolak belakang dengan ekspresi Arimbi. Untung saja suasananya masih sepi, jadi tidak ada yang melihat mereka berpelukan. "Kenapa dengan wajahmu? Kelihatannya tidak senang. Ada apa?" tanya Arimbi saat melepaskan pelukannya.
575 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi senyum dibalik luka
Baca
+Pustaka
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Hanya senyum dan keheningan yang penuh makna. Malam harinya, Luna duduk di balkon rumahnya. Angin berembus pelan, membawa aroma tanah yang masih basah. Ia membuka laptop dan menulis catatan kecil: "Aku pernah menulis lagu karena ingin dikenang. Tapi sekarang, aku menulis karena ingin mengingat—bahwa setiap luka yang sembuh adalah lagu yang layak didengar." Ponselnya berbunyi.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi senyum dibalik luka
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

tanya Dimas. "Mulai dari gema paling awal," kata Sima. "Dari suara pertama yang membuat kita memilih jalan ini." Karina menarik napas dalam. Lalu ia membaca puisi yang tak pernah selesai ia tulis untuk Dimas. "Aku ingin menjadi luka yang tak ingin sembuh, Agar setiap denyutmu mengingat bahwa aku pernah ada." Saat baris terakhir dibaca, lilin bergetar. Bukan karena angin. Tapi karena suara mulai kembali. Lembut. Samar. Tapi nyata.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai puisi senyum dibalik luka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status