Dokter Sakti Penguasa Dunia
Saat itu, meskipun Nazar marah, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Ketika Ewan sampai di dek, Nazar sedang melantunkan puisi, "Musim semi tiba, minum seteguk arak. Aku si pendeta, naik perahu kecil. Gunung hijau di dua sisi menyambutku, ombak jernih bagai lekuk tubuh jelita."
"Hahaha, puisi bagus, puisi bagus! Tanggal tujuh bulan Maret, aku menulis syair di Sungai Jigali."