Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K viewsOngoingAdded to Library 172 Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Read
+Library
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

Taja terpukau akan gerakan Radhit yang menurutnya asing. "Apa itu?!" tanya Taja, heran namun antusias. "Syair Penggugah Jiwa Pecinta dari negeri tengah Katulistiwa!" jawab Radhit berbinar senang. "Sokkha ...!" "Penggugah Jiwa Pecinta!" seru Radhit sebelum membuka syair dan melantunkannya dalam irama merdu suaranya. "Puan Yang Mulia." "Siapa gerangan, Sang Puan menawan hatiku?"
109.9K viewsOngoingAdded to Library 345 Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Read
+Library
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** Alunan musik tradisional khas kota Banyuwangi mengiringi tarian seorang perempuan bermahkotakan omprok dengan ornamen tokoh Antasena. Salah satu tokoh pewayangan. Tangan kanannya memegang kipas, sedangkan tangan kirinya memainkan sampur yang menggantung pada leher. Pinggulnya bergoyang selaras dengan perpindahan kaki dan gerakan bahu.Dialah Jelita, sang penari Gandrung yang cukup terkenal di desa ini.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Read
+Library
Pelayan Baru Sang Tuan

Pelayan Baru Sang Tuan

"Nyo-Nyonya. Anda sudah pulang?" Sorot mata wanita itu, penuh dengan kilatan amarah. Seperti hendak membakar Gisela hidup-hidup. Aliran darah di tubuh Gisela mengalir semakin deras. Seiring dengan degupan jantungnya yang kian tak terkendali. Gisela berdiri was-was. Sadar bahwa dirinya berada di ujung tanduk. "Kurang ajar!"
994 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Read
+Library
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

“Dan tempat rahasiamu terikat.” Saat mereka tiba, udara terasa berat. Ada reruntuhan candi tua di tengah hutan, dikelilingi oleh lingkaran batu raksasa yang bersinar dengan tulisan kuno. Arga mendekat, memandang salah satu batu. “Tulisan ini... tentang Singa Putih?” Ratna mengangguk pelan. “Iya. Dulu aku sering dengar ayah membaca mantra ini sebelum berangkat perang. Tapi waktu itu aku gak tahu artinya.”
101.3K viewsCompletedAdded to Library 25 Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Read
+Library
Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

"Di mana Anda membacanya, Nimas?" Puspa menatap wanita sepuh, senyumnya semakin lebar saat berucap, "Negeri seberang yang makmur, negeri yang sudah berlayar di samudera, negeri yang dipimpin Maharaja, negeri yang berdiri sejak melati pertama kali dianggap sakral oleh tanah Jawa—Mandalawingi."
10502 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Read
+Library
Sang Pewaris yang Terbuang

Sang Pewaris yang Terbuang

Tok tok tok "Siapa itu?" "Ini aku," "Sebutkan password-nya," "Menembak dua burung dengan satu batu, membuatnya jatuh secara bersamaan," "Okay, kata sandi benar. Sebentar," Terdengar derit pintu yang dibuka, menampilkan seorang gadis berambut platina dengan mata bulat berwarna amber terang, sama seperti milik Kai. "Oh, Rupanya itu kamu, Kai.Aku kira Zee yang datang."
1.3K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Saat itu, meskipun Nazar marah, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika Ewan sampai di dek, Nazar sedang melantunkan puisi, "Musim semi tiba, minum seteguk arak. Aku si pendeta, naik perahu kecil. Gunung hijau di dua sisi menyambutku, ombak jernih bagai lekuk tubuh jelita." "Hahaha, puisi bagus, puisi bagus! Tanggal tujuh bulan Maret, aku menulis syair di Sungai Jigali."
9.61.2M viewsOngoingAdded to Library 44.0K Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Show Reviews (92)
Read
+Library
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

kata Tina “Gimana ya?” kata Rere sambil berpikir. Mungkinkah Joni mau menambah teman lagi untuk kerja sama.akhirnya Rere berkata kembali,” Nanti biar aku bilang sama suamiku dulu ya,” Akhirnya Rere menceritakan pada Juna tentang keinginan Marni yang ingin bergabung dengan Joni seperti yang telah di lakukan oleh Tina. Juna tidak memberi keputusan setelah di beritahu rere tentang niat Marni tersebbut. Rere pun tidak memaksa Juna untuk menjawab keinginan marni tersebut. Hingga suatu hari, Marni datang ke rumah Rere dan berkata bahwa dia ingin sekali ikut usaha seperti yang telah di ikuti oleh Tina. Juna menjelaskan pada Marni,, “ Maaf bu, tidak semua usaha itu selalu berhasil”
108.5K viewsOngoingAdded to Library 211 Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

"Ayo, gosok tintanya! Karena aku adalah 'seorang penyair', izinkan aku menggubah beberapa bait puisi terlebih dahulu!" Di balik perintah konyol itu, bibir Sori menyiratkan senyum licik. Penyamarannya sebagai penyair pengelana yang penakut berjalan sempurna. Di desa ini, ia tidak hanya akan menulis puisi, tetapi juga mengamati seberapa besar kekuatan sebenarnya dari pria bernama Raja Doli itu. *** Di tengah aroma tanah yang basah di kebun cabai dekat pondok kuda, aku berdiri mengamati barisan tanaman yang mulai tumbuh subur. Namun, pikiranku tidak sepenuhnya berada di sana.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as puisi soe hok gie mandalawangi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status