MR. ICE
Dia hanya berhenti beberapa detik, lalu kembali melanjutkan langkah nya tanpa menoleh, tanpa kata tanpa suara.
Aku menarik nafas berat, sesak yang ku rasa memenuhi ruang jiwa ku. Apa begini rasanya memperjuangkan perasaan? Apa begini rasanya cinta sendiri? Cinta dalam diam yang ku pendam selama beberapa tahun, tak mendapat respon apalagi balasan.
Aku kembali mendudukkan tubuh ku yang lemah ke bangku taman.
Memperhatikan siluet tubuh nya yang kian menjauh, seperti harapan ku yang ikut meninggal kan hati ku. Semua terasa hampa, serasa ada yang hilang dari sini. Disini, tepat di hati ku.
Chapitres populaires