Warisan Artefak Kuno
Ia tak ingin berpikir lagi.
Dalam tidurnya itu, Rong Guo bermimpi seolah-olah ia berada di suatu taman bunga yang luas tanpa ada batas. Sesekali ia melihat ada yang melintas di taman bunga itu, namun semuanya sangat ramah, menegur dan menyebutnya saudara.
"Bukankah hidup di sini lebih indah? Semuanya indah, orang-orangnya pun sangat ramah," gumam Rong Guo dalam hati. Ia betul-betul tak ingin bangun lagi.