Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi tentang tanah air
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tertukar

Cinta yang Tertukar

Dia tersenyum dan bertanya kepada Mustika, "Bibi, kamu ingin pulang ke Selayu? Nggak mau tinggal di Wulindra?" "Nggak." Mustika menggeleng dan memandangi sungai jernih di hadapannya. "Rara, kamu percaya nggak, seseorang nggak akan bisa memutus keterikatan pada tanah kelahirannya sepanjang hidupnya. Bahkan meski nggak banyak kenangan indah di sana." Suaranya sangat lembut dan halus, membuat hati terasa nyaman. "Saat dalam masa-masa tersulit, mimpiku dipenuhi dengan pemandangan kampung halamanku ini."
9.6197.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai puisi tentang tanah air
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Tna Sr
ceritanya keputus dan gak jelas lanjutanny dijudul apa. banyak yg tanya dan penulis no respon. Ide cerita dan ceritanya ini agak mirip dgn judul lain yg pernah saya baca tamat. saya anggap ini duplikasinya dgn versi penulis.
Melisa
Ceritanya mufah di tebak karena melanie selalu bisa curi hasil rara. Dan selalu berulang banyak cerita yang mirip karena tokoh utama tang terlalu bodoh. Saya pastikan tidak akan lanjut membaca klo alurnya monoton begini. Mgkin buat penulis bisa di kasih kesempatan Buat rara membuktikan hasil karyany
Baca Semua Ulasan
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

​"Setelah ini, ayo kita pulang ke Bajo. Aku rindu bau ikan tongkol dan suara ombak. Aku rindu menjadi aspal yang tidak perlu berdarah lagi." ​Aku tersenyum, menyandarkan kepalaku di pundaknya. "Iya, Dit. Kita pulang. Kita besarkan Bumi dan Langit di tempat di mana madu benar-benar manis, tanpa ada satu tetes pun racun."
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai puisi tentang tanah air
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Menghunus pedang dan menunggang kuda untuk membasmi para iblis!" "Ada pepatah, jadi prajurit itu tak takut mati. Takut mati berarti jangan jadi prajurit!" "Tanah air yang membesarkan kita. Sekarang saatnya kita mencurahkan darah demi membalas budi kepada tanah air." "Akan kuambil busur seindah bulan purnama, menatap barat laut, menembak serigala di langit! Kalau mayat hidup itu adalah serigala, kita akan musnahkan mereka!"
9.61.2M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33.5K kali sebagai puisi tentang tanah air
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari ***
9.870.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai puisi tentang tanah air
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

"Menjerit dan menangis, pilu dan derita Merintih dan berdoa di manapun berada” Suara Matari membius penonton di hadapannya. Semua terdiam. Matari memberikan isyarat pada penonton dengan jelas agar Kak Citra mulai membacakan puisi Kahlil Gibran. "Wahai langit tanyakan pada-nya mengapa dia menciptakan sekeping hati ini… begitu rapuh dan mudah terluka…
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai puisi tentang tanah air
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai puisi tentang tanah air
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai puisi tentang tanah air
Baca
+Pustaka
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Kami mau menjadi pemilik bangsa yang sejahtera. Puluhan tahun kami membangun semua ini. Seluruh dunia bisa kami genggam dalm sekejap mata, tapi si Tua Jun mengingatkanku akan penderitaan yang akan muncul jika membalas para jahanam itu. Dendam itu kami kubur dengan apik. Kami tak akan mengusik dunia lain dari bangsa yang merdeka ini. Kami lebih makmur ribuan kali ketimbang mereka. Tanah di sini subur. Eby bilang air kolam di pulau ini manis laksana susu. Segala biji yang dilempar ke tanah tumbuh tanpa perjuangan. Kami bahagia. Lebih bahagia dari para bayi.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai puisi tentang tanah air
Baca
+Pustaka
apa elo soulmate gw

apa elo soulmate gw

Love you Di Lalu aku membalas puisinya . I Love 2 Pujangga cintaku , kelak istana itu akan dihuni kita bersama anak-anak kita. Aku hanya ingin hidup dibawah naungan cintamu sayang….. Kini kuharus kembali ke pantai ancol yang kotor namun sejuta kenangan telah kami ukir di sana. Akankah kita bisa mengukir kembali kenangan itu? Ah mana mungkin, tapi bisa juga kalau Allah berkenan. Gumanku dalam hati
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai puisi tentang tanah air
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status