Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tuan, Biarkan Aku Pergi

Tuan, Biarkan Aku Pergi

Suasananya lembut dengan alunan musik klasik yang menawan, pemandangan malamnya juga cantik, kadang riak air sungai berkilat kala diterima lampu kota. Dahayu pun sedikit terbuai, kilah air yang sangat banyak mengingatkan pada danau tidak jauh dari rumahnya di desa. Dia semakin merindukan orang tuanya sekarang, sudah hampir lima tahun dia tidak pulang. "Kamu ingin naik kapal?" tanya Aksa tiba-tiba, manakala memperhatikan Dahayu terus melamun menatap jauh ke tengah sungai.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Orang-orang lalu-lalang: bagasi ditarik, suara klakson, pelukan pertemuan. Bumi menarik napas panjang. Jakarta — debu, bising, peluh — tapi juga rumah untuk luka dan mimpi yang akan ditumbuhkannya. Pandu merangkul bahunya sambil menatap lajur mobil. “Selamat datang di tanah air. Siap bab baru?”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 436 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Dalam perjalanan, Julian berkata, "Bu, aku tidak mau belajar piano lagi, aku juga tidak mau Pak Joses lagi. Jangan nangis." Matanya sendiri masih bengkak, tetapi Julian malah menghiburnya. Susan merasa sedih dan bersalah, dia menahan emosinya dan menyeka air matanya, "Ibu nggak nangis." "Tapi, matamu terlihat sangat sedih." Mendengar ini, Susan tak kuasa menahan tangis, "Julian, maaf! Semua ini gegara Ibu tak berguna!" Gegara tak berguna, dia tidak bisa mempertahankan apa pun.
17.2K viewsCompletedAdded to Library 636 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
Old Fesbukers

Old Fesbukers

arga yang hijrah dari pulau Jawa dan menetap di tanah asing di sebuah kota kecil yang selalu dingin ini. Bila kau bisa ingat puisi-puisi yang ditulis ibumu dalam sebuah buku harian yang dia belikan untukmu? Kau akan tahu bagaimana rasanya kalau ada seseorang dengan gaya penulisan yang sangat mirip denganmu. Kau bisa membaca siratan maksudnya sejelas mengetahui arti dari sebuah pertanyaan dalam teka-teki silang. Bahkan sekalipun ibumu tidak pernah mengeluh, kau bisa membaca keluhannya melalui tulisan-tulisan itu. Jadi ketika dalam buku puisi yang sama, kau menemukan sebuah puisi yang mengisahkan tentang sebuah cinta terlarang, maka kau akan bertanya-tanya untuk siapakah puisi yang ditulis Ema
102.7K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
Bangkitnya Sang Miliarder Sejati

Bangkitnya Sang Miliarder Sejati

Kecintaan pada tanah air yang membuatnya hadir di dunia meski sang ibu telah membuangnya, tak menyurutkan kekagumannya pada negara yang kaya akan keanekaragaman budaya dan keindahan alam yang tiada tara. Siena yang merasakan kekhawatiran seorang ayah pada anak perempuannya, hatinya yang lembut, tak sanggup menahan buliran air yang menggunung di pelupuk matanya, akhirnya jatuh menetes ke piyama berlengan panjang berwarna abu yang halus itu.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
Menikahi Pria Lumpuh

Menikahi Pria Lumpuh

Aku, biarlah seperti bumi. Menopang meski diinjak, memberi meski dihujani, diam meski dipanasi. Sampai akhirnya kau sadar, kalau aku hancur... kau juga. (Fiersa Besari) *** Satu tahun kemudian....
84.6K viewsCompletedAdded to Library 91 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
108.8K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
Alegoria

Alegoria

Berkhianat kepada mereka adalah dosa yang tak terampuni. ***** Oh ombak yang berdebur di bibir laut Sungai jernih yang mengiris daratan Pada gunung cadas yang diselimuti kabut Angin lembah membawa kelembutan. Oh tanah airku, Alegra Raya Terbenam dalam doa, Terlukis dalam gembira, Aku adalah merpati yang lahir dari rahimmu. Oh sejahteralah, Alegra Engkaulah sang penyelamat dari petaka besar
103.6K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Lintang diminta untuk membagikan filosofi Tanah dan Langit, sebuah refleksi yang ia pelajari dari para petani, nelayan, dan tetua dari berbagai tempat—Buton, Papua, Korea, dan kini, Jepang. Ia berdiri di depan mereka. Dalam keheningan, ia membuka dengan puisi: "Langit bukan hanya atap Ia adalah kitab yang tak tertulis Tanah bukan hanya alas Ia adalah tubuh ibu yang setia Di antaranya, kita berdiri Bukan untuk menaklukkan Tapi untuk merawat" Semua hening.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Suaranya terdengar tulus dan bangga. Namun, nada serius kemudian muncul. "Tapi, ingatlah selalu: dunia tempat kalian berasal, Bumi, adalah rumah asli kalian. Seburuk apa pun kadang tampak, di sanalah keluarga, kenangan, dan akar jiwa kalian berada. Kalian mungkin sekarang berpikir dunia ini jauh lebih ajaib dan ingin tinggal di sini selamanya. Itu wajar. Tapi percayalah, itu hanyalah pemikiran sesaat dari hati kalian yang masih muda dan penuh keingintahuan. Semakin dewasa kalian nanti, semakin kalian akan merasakan kerinduan yang dalam pada dunia asal kalian, pada rumah, pada bau tanah setelah hujan, pada hal-hal biasa yang justru membentuk kalian."
563 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as puisi tentang tanah air
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status