Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 59 Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 125 Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10270.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 10.6K Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Boni pun mulai membaca, “Sajak Putih, karya Chairil Anwar. Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi Malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa,” “Dan dalam dadaku memerdu jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah
2.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 101 Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.3K Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
Sang Pewaris Buta

Sang Pewaris Buta

] ["Halo sayang, kau belum bangun? Aku sudah menunggumu lima belas menit di sini, kenapa masih belum kelihatan?" Winda langsung membuka matanya lebar, menoleh ke arah Jono yang masih terpejam. Ia beranjak dengan hati-hati. ["Maafkan aku, Mas. Aku sungguh kesiangan sekarang. Bagaimana ini, hmm?" ujarnya lirih dan manja.] ["Baiklah, aku menunggumu. Cepatlah bersiap, oke? Muuach."] ["Oke. Cup." Winda membalas sapaan mesra dari Desta.]
3.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 83 Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
Dua Garis Sang Perawan

Dua Garis Sang Perawan

Arkav dengan rakus menyedot susu dari sang istri sembari tangannya bermain di area jalan lahir, semburan lava hangat dari sang istri menandakan bahwa sudah siap melakukan penyatuan. "Sayang, biarkan adik kecilku memasuki guamu," rancau Arkav dengan mata penuh gairah. Zelona hanya mengangguk saja. Junior itu melesak beberapa kali, hingga ke saat Arkav ingin menyerah untuk terakhir kali, junior itu perlahan menjebol gua sedikit demi sedikit.
101.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Pawungu yang hendak membentak garang menjadi kecut begitu matanya melihat gambar seekor Rajawali Emas bergelung di dada Bayu. "Pemuda, apa maumu...?" tanya Pawungu. Ketika menjawab Bayu sengaja besar-besarkan suaranya. "Pawungu, kau mempunyai otak tapi tidak mau berpikir. Kau mempunyai hati tapi tidak menaruh perasaan. Lekas berlutut di hadapanku! Aku Rajawali Emas Langit Ketujuh ingin bicara denganmu!"
1031.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 663 Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
Sang Pewaris

Sang Pewaris

Bilahnya melengkung keperakan sejernih cermin dipatri dengan huruf kanji yang dia tidak paham maknanya di dekat pangkal gagang, belitan kain gagangnya sehitam serupa sarung pedangnya, dengan ujung dan lingkaran pelindung tangan yang juga bersepuh emas. Wira paham jika Murakumo berarti gugusan awan dalam Bahasa Jepang. Ketika diayunkan, bilahnya seperti bersiul membelah udara. Dan ketika Wira bangkit dan memainkannya sejenak di tempat, Murakumo bersenandung syahdu. “Murakumo kini menjadi milikmu. Kaulah sang Pewarisnya.” Watari menatap lekat tuan mudanya itu.
9.935.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
Kemenangan sang Nona Muda

Kemenangan sang Nona Muda

Tempra, o Diva, tempra tu de’ cori ardenti tempra ancora lo zelo audace, spargi in terra quella pace che regnar tu fai nel ciel… Dewi Murni, yang penutupnya berwarna perak Tumbuhan purba yang suci ini, kami beralih ke wajah cantikmu tanpa awan dan tanpa tabir... Marah, oh Dewi, pengerasan kamu, roh-roh yang bersemangat
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang puisi zawawi imron
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status