Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku
Puluran adalah sebutan untuk makanan yang diberikan setelah sembahyang tarawih.
Tradisi ini utamanya untuk bersedekah kepada para jamaah atau orang yang akan tadarus Al-Qur’an. Umumnya, yang diberikan berupa makanan dari hasil bumi atau jajanan pasar. Dalam pelaksanaannya, setiap orang dijadwalkan membawa puluran ke mushola atau masjid setempat. Tentu saja, tradisi puluran memiliki kearifannya sendiri. Misalnya nilai toleransi, karena menu puluran yang dibawa sesuai dengan kemampuan masing-masing. Adanya puluran dapat menjadi penyemangat masyarakat untuk melangkahkan kaki menuju tempat ibadah. Kemudian, adanya puluran bisa membuat para jamaah lebih gayeng saat ngobrol. Bahkan, puluran juga b
الفصول الرائجة